Kamis, 25 Agustus 2022

KOVID : Kolaboratif, Variatif, Inovatif dan Dedikasi

 

KOVID : KOLABORATIF, VARIATIF, INOVATIF DAN DEDIKASI

Karya Penilik Inspiratif Dalam Pelaksanaan Supervisi Pembelajaran Tatap Muka Secara Terbatas (PTMT) dan Upaya Mengatasi Learning Loss

 

A.      Latar Belakang

Masa pandemi Covid-19 tidak terasa sudah hampir 2 (dua) tahun telah kita lalui. Banyak perubahan yang terjadi yang harus kita hadapi. Tak luput dalam hal pendidikan, kegiatan belajar mengajar yang sudah lama dilakukan secara jarak jauh atau belajar dari jauh (BDR). Namun hasil belajar yang didapat tidak bisa optimal seperti halnya ketika pembelajaran dilakukan secara tatap muka. Anak mengalami learning loss, yaitu suatu kondisi kehilangan pengetahuan dan keterampilan baik umum dan khusus atau kemunduran secara akademis, yang terjadi kesenjangan yang berkepanjangan atau ketidak berlangsungnya proses pendidikan. Hal ini menjadi sebuah kondisi yang harus diperhatikan agar dapat segera diatasi sehingga meminimalisir learning loss yang lebih lama lagi. Penilik PAUD memiliki tugas pokok dan fungsi sebagai pengendali mutu dan evaluasi dampak harus dapat menemukan strategi dalam melaksanakan tugasnya. Tidak hanya untuk mengatasi learning loss saja, namun juga harus mampu memberikan motivasi bagi pendidik dan satuan lembaga dalam pemenuhan standar nasional pendidikan. Sehingga mutu dan kualitas baik pembelajaran maupun kelembagaan dapat tercapai dengan baik. Dari permasalahan di atas, perlu adanya strategi untuk mengatasi kondisi learning loss yang terjadi dan peningkatan pelayanan satuan PAUD, yaitu dengan strategi KOVID : Kolaboratif, Variatif, Inovatif dan Dedikasi. KOVID merupakan perpaduan tahapan yang kami lakukan sebagai pengendali mutu dalam upaya meminimalisir dampak yang terjadi dari learning loss dengan meningkatkan kompetensi pendidik PAUD dalam memberikan pembelajaran yang mengutamakan Merdeka Belajar dan pembimbingan pemenuhan standar nasional PAUD menuju satuan PAUD yang berkualitas.

 

B.       Strategi Pemecahan Masalah

Dalam upaya mengatasi permasalahan yang terjadi, kami melakukan strategi KOVID yang dilakukan dengan memadukan beberapa langkah penyelesaian, yaitu dengan mengidentifikasi permasalahan, menganalisa, implementasi strategi KOVID, mengevaluasi dan tindak lanjut.

1.        Identifikasi

Identifikasi kami lakukan dengan mengumpulkan permasalahan-permasalahan yang terjadi di satuan PAUD selama pandemi dan dalam menghadapi pelaksanaan tatap muka secara terbatas. Pembelajaran dilaksanakan secara terbatas dan terjadwal sedemikian rupa, namun satuan PAUD masih membatasi kehadiran peserta didik karerna pendidik belum mendapatkan vaskinasi. Identifikasi tersebut juga kami lakukan dengan berdasarkan hasil pengisian instrumen pemantauan yang telah terlaksana secara tatap muka. Dari hasil pemantauan yang mencakup 8 (delapan) standar nasional PAUD, bahwa dalam pemenuhan standar nasional kurang maksimal. Kegiatan pencatatan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik selama pandemi tidak terlaksana. Pembelajaran jarak jauh selama pandemi  tidak bisa dilaksanakan terpusat kepada peserta didik yang mengakibatkan hasil pembelajaran menjadi kurang maksimal. Ketika pembelajaran tatap muka secara terbatas mulai dilaksanakan, pendidik PAUD belum mampu memaksimalkan proses pembelajaran karena terkendala tentang bagaimana caranya untuk dapat menstilmulasi peserta didik untuk mengembangkan kembali proses berpikirnya agar dapat meminimalisir learning loss yang sudah terjadi selama pandemi.

 

                                                                                   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar 1. Identifikasi Permasalahan

 

2.        Analisa

Dari identifikasi yang telah dilakukan, analisa kami bahwa pertemuan tatap muka belum bisa sepenuhnya terlaksana dikarenakan pemberian vaksin kepada pendidik PAUD belum seluruhnya mendapatkan. Sedangkan vaksinasi merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi satuan PAUD untuk dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka secara terbatas. Pendidik PAUD belum memahami bagaimana dan media apa yang bisa digunakan menstimulasi peserta didik untuk berpikir tingkat tinggi. Satuan PAUD belum melengkapi pemenuhan dokumen standar nasional PAUD, namun tuntutan untuk mewujudkan satuan PAUD yang berkualitas di masa pandemi harus tetap terlaksana.

 

 

 

3.        Implementasi Strategi KOVID

a.       Kolaboratif

Upaya pemulihan pendidikan pasca kondisi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan tentunya tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak saja, namun menjadi tanggung jawab bersama, yaitu pemerintah, satuan PAUD, orang tua dan masyarakat di sekitar sekolah. Kolaborasi atau kerjasama harus dijalin dengan baik agar pemulihan pendidikan dapat berlangsung sesuai dengan diharapkan.Kami berupaya melibatkan pihak-pihak yang bersinggungan dengan persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara terbatas.

1)      Pelibatan tenaga kesehatan, dalam hal ini Puskesmas atau Bidan Desa. Selain memantau sejauh mana vaksinasi untuk Pendidik PAUD yang sudah dilaksanakan sebagai upaya kesiapan satuan PAUD dalam pelaksanaan pembelajaran secara terbatas. Kami juga mengajak Bidan Desa untuk berkunjung ke satuan PAUD untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak karena selama pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19 satuan PAUD tidak melakukan pemeriksaan kesehatan anak. Bidan Desa juga memberikan sosialisasi gizi yang baik dan bagaimana cara mencuci tangan yang benar pada saat kegiatan parenting. Melalui kegiatan ini, disampaikan kepada orang tua untuk selalu memberikan kegiatan pembiasaan baik kepada anak dalam menjaga kebersihan dan kesehatan, seperti memakai masker jika bepergian keluar rumah, selalu mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak. Memberikan pemahaman kepada orang tua tentang bagaimana menjaga keseimbangan gizi yang baik untuk anak juga menjadi perhatian yang utama dalam menjaga kesehatan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2. Pendataan vaksinasi pendidik PAUD dan parenting bersama Bidang Desa, serta Bidan melakukan pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan anak

 

a)    Pusat Kerja Gugus (PKG) PAUD Kecamatan yang menaungi seluruh Kepala Satuan PAUD. PKG PAUD memfasilitasi pertemuan sebagai wadah pembinaan kepada Kepala Satuan PAUD dalam mempersiapkan satuan PAUD sebelum melaksanakan tatap muka secara terbatas. Prioritas yang utama adalah kesehatan dan keselamatan peserta didik dan pendidik maka satuan PAUD harus mempersiapkan sarana dan prasarana yang memadai sehingga peserta didik dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman di sekolah. Penyediaan fasilitas cuci tangan dengan air mengalir, penyediaan masker dan tersedianya thermo gun atau alat penembak suhu tubuh. Dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di satuan PAUD harus dimiliki. Kepala Satuan juga harus berkoordinasi kepada Ketua Satuan Petugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di wilayahnya sebagau bentuk perijinan pelaksanaan kegiatan pembelajaran.

 

 

 

 

 

Gambar 3. Koordinasi dengan Pusat Kerja Gugus (PKG) PAUD dan pembinaan kepada Kepala Satuan PAUD tentang kesiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara terbatas

 

b)   Pendidik PAUD, yaitu dengan melibatkan pendidik yang telah mengikuti pelatihan atau workshop di tingkat Kabupaten untuk menyampaikan hasil pelatihan kepada pendidik yang lain sebagai bentuk pembelajaran teman sejawat atau saling membelajarkan antar pendidik.

 

 

 

 

 

Gambar 4. Pelibatan pendidik PAUD untuk pengimbasan materi pemenuhan standard nasional pendidikan dan bermain Losse part

 

b.      Variatif

Variasi dalam strategi ini merupakan bentuk pelaksanaan pemantauan dan pembimbingan kepada pendidik PAUD dan satuan PAUD dilaksanakan dengan berbagai cara, yaitu secara tatap muka dan secara virtual. Secara tatap muka dilaksanakan dengan mengoptimalkan pertemuan gugus PAUD dengan memberikan pembimbingan kepada Pendidik PAUD dalam menerapkan lingkungan belajar yang berkualitas, yaitu dengan memaksimalkan proses pembelajaran mulai dari perencanaan ragam main sampai dengan melakukan penilaian yang otentik. Pembimbingan dengan menggunakan Zoom Meeting dengan memberikan materi implementasi Merdeka Belajar dengan memaksimalkan penggunaan media Losse Part agar learning loss yang sudah terjadi bisa segera teratasi. Kualitas pembelajaran tidak semata bergantung kepada sarana prasarana yang lengkap, namun dalam keterbatasan pun pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.jika kualitas pelaksanaan pembelajarannya tercapai Memotivasi peningkatan kreatifitas pendidik dalam penggunaan benda atau bahan yang ada di sekitar lingkungan sekolah dengan memanfaatkan potensi lokal sebagai media belajar.  Penggunaan media belajar yang sesuai dengan tema pembelajaran dapat menstimulasi peserta didik untuk berkreatifitas dan berpikir tingkat tinggi dengan mengembangkan imajinasi anak. Pembimbingan dilanjutkan dengan praktik pembuatan penataan ragam main (invitasi) secara tatap muka di pertemuan Gugus PAUD, dengan simulasi mengajar dengan memberikan stimulasi pertanyaan terbuka kepada anak (provokasi).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 5. Pembimbingan implementasi Merdeka Belajar dengan Losse Part secara virtual dan pendampingan kepada pendidik PAUD praktik dalam penggunaan media Losse part secara tatap muka di pertemuan Gugus PAUD

 

Pembimbingan dalam implementasi administrasi pembelajaran jarak jauh dilakukan secara virtual Zoom Meeting di awal tahun pembelajaran, dikarenakan masih melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Pemantauan dan pembimbingan dalam upaya pemenuhan standar nasional pendidikan dilakukan melalui pertemuan Gugus PAUD untuk mengetahui sejauh mana dokumen kelembagaan satuan PAUD berlangsung selama masa pandemi Covid-19. Dengan mengurai butir-butir dari masing-masing standard nasional pendidikan, satuan PAUD dapat membenahi dan melengkapi dokumen adminitrasi kelembagaan. Satuan PAUD menyesuaikan karakteristik pembelajaran sesuai dengan kondisi dan lingkungan sekolah. Motivasi diberikan kepada satuan PAUD dalam kesiapan penilaian Akreditasi di masa pandemi, tidak hanya sebagai tolak ukur sebuah nilai dari pelaksanaan penyelenggaraan satuan, tetapi juga sebagai upaya untuk memenuhi standar pelayanan minimal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 6. Pembimbingan pemenuhan standar nasional pendidikan secara tatap muka dan virtual kepada satuan PAUD.

 

c.         Inovatif

Inovasi dalam strategi ini adalah dengan menyusun instrumen pemantauan yang butir pertanyaannya memadukan butir pertanyaan yang terdapat dalam standar nasional pendidikan dengan butir pertanyaan yang melihat kesiapan satuan PAUD dalam melaksanakan pembelajaran secara terbatas. Instrumen tersebut disampaikan kepada satuan PAUD dalam bentuk Google Form, sehingga isian dari satuan PAUD dapat terekam dan dapat dianalisis hasil pengisiannya. Alamat link Google Form tersebut adalah https://bit.ly/Pemenuhan_SNP_PAUD.

Instrumen tersebut tidak hanya merangkum dokumen kelembagaan sesuai dengan masing-masing standar, yang nantinya akan menjadi bahan pembimbingan lebih lanjut jika masih terdapat dokumen yang belum sesuai, namun juga dokumen yang dilaksanakan saat pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara terbatas. Instrumen ini melatih satuan PAUD dalam meningkatkan kemampuan teknik informatika dengan mengirimkan dokumen berupa soft file PDF, sehingga nantinya akan terbiasa jika mengisi Sistem Penilaian Akreditasi (Sispena).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 7. Instrumen pemenuhan standar nasional satuan PAUD di masa pandemi sampai dengan saat ini melalui Google Form dan Pengiriman jawaban oleh satuan PAUD yang terekam

 

d.        Dedikasi

Dedikasi memiliki arti sebuah pengorbanan tenaga, pikiran, dan waktu demi keberhasilan suatu usaha yang mempunyai tujuan yang mulia. Dedikasi dalam strategi ini adalah dengan memberikan kepedulian dan pengabdian tanpa pamrih untuk pendidikan anak usia dini. PAUD merupakan satuan lembaga yang bersifat sosial yang memberikan pelayanan pendidikan untuk anak usia dini. Pelayanan pendidikan yang diberikan sangatlah berperan penting dalam kehidupan anak usia dini kelak. Karena di PAUD, anak usia dini akan terbentuk pondasi kehidupan dengan pembentukan karakter dan sikap yang baik. Anak usia dini adalah cikal bakal penerus bangsa yang harus dijaga, dipupuk dan diberikan stimulasi aspek-aspek perkembangan yang sesuai dengan tahapan usianya. Kami mengajak dan memotivasi satuan PAUD dan pedidik PAUD untuk selalu berdedikasi dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada anak. Dengan meyakinkan bahwa segala pekerjaan yang dilandasi dengan niat ibadah, ikhlas dan cinta kasih sayang, maka anak akan tumbuh dengan baik secara fisik dan jasmani.

 

4.        Evaluasi dan Pelaporan

Evaluasi dan pelaporan merupakan tahapan akhir dari sebuah proses  kegiatan, yaitu dengan menelaah kembali kegiatan yang sudah berjalan apakah sudah sesuai dengan apa yang direncanakan. Evaluasi dalam implementasi strategi KOVID adalah dengan melakukan monitoring kemudian melakukan pendampingan kepada satuan PAUD jika masih ditemukan adanya kekurangan yang harus dibenahi. Dari evaluasi tersebut, dituangkan dalam sebuah laporan yang harus disampaikan kepada atasan dan pengelola satuan PAUD sebagai bahan kegiatan pembimbingan berikutnya.

 

C.       Hasil Implementasi Strategi KOVID

Dengan penerapan strategi KOVID, pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara terbatas dapat terlaksana sesuai harapan, antara lain:

1.    Pelayanan pendidikan kepada anak dapat kembali terlaksana di satuan PAUD dengan mematuhi protokol kesehatan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 8. Penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara terbatas

 

2.    Pendidik PAUD meningkat kompetensinya dengan menerapkan Merdeka Belajar kepada anak dengan menggunakan media Losse part, sehingga anak mendapatkan kesempatan untuk memilih ragam main yang diinginkannya.

 

 

 

 

 

Gambar 9. Pendidik PAUD menerapkan Merdeka Belajar kepada peserta didik dengan media Losse Part

 

3.         Dokumen pemenuhan standar nasional pendidikan yang dimiliki satuan PAUD menjadi lebih lengkap. Melalui respon instrumen, menunjukkan pemenuhan standar nasional PAUD di satuan lebih meningkat.. Hal ini ditunjukkan dengan 3 (tiga) satuan PAUD telah mengikuti Akreditasi secara virtual di tahun 2021 ini, dan diharapkan untuk mendaftar Akreditasi PAUD di tahun 2022.

 

 

                              Tabel 1. KESIAPAN AKREDITASI TAHUN 2022

No.

Jenis Layanan

Status Terakreditasi

Akreditasi 2021

Pemenuhan Standar

Terpenuhi

Belum Terpenuhi

1

TK

3

3

15

3

2

KB

1

0

10

11

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 10. Dokumen administrasi kelembagaan menjadi lengkap dan capaian Akreditasi PAUD

 

 

D.      Dampak Implementasi Strategi KOVID

Dampak dari implementasi strategi KOVID terhadap peserta didik, pendidik PAUD dan satuan PAUD antara lain:

1.      Pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara terbatas dapat berjalan dengan lancar dengan dukungan vaksinasi pendidik, sehingga pendidik PAUD dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan aman, nyaman dan tetap menjaga protokol kesehatan.

2.      Peserta didik terpantau pertumbuhan dan perkembangannya dengan baik dengan adanya pemeriksaan deteksi dini tumbuh kembang secara berkala. Peserta didik lebih aman dan nyaman belajar di sekolah yang menerapkan protokol kesehatan.

3.      Tujuan pelaksanaan pembelajaran dapat tercapai dengan baik, yaitu dengan pendidik PAUD dapat menerapkan pembelajaran yang Merdeka Belajar yaitu dengan memberikan kesempatan dan keleluasaan kepada peserta didik untuk memilih kegiatan main yang diinginkan dengan berbagai media belajar.

4.      Kreatifitas pendidik PAUD meningkat dengan pemanfaatan sumber belajar di sekitar lingkungan sekolah sebagai media belajar yang aman dan menyenangkan untuk peserta didik.

5.      Pemenuhan standar nasional PAUD dapat terpenuhi dan administrasi kelembagaan tercapai dan lembaga siap untuk penilaian Akreditasi.

 

E.       Tindak Lanjut

Tindak lanjut dari karya inspiratif ini antara lain dengan mensosialisasikan karya ini agar dapat memberikan manfaat dan menginspirasi kepada siapa saja, khususnya untuk Penilik PAUD. Serta melakukan publikasi karya melalui sosial media agar dapat menebar inspirasi bagi pembacanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar