KOVID
: KOLABORATIF, VARIATIF, INOVATIF DAN DEDIKASI
Karya Penilik
Inspiratif Dalam Pelaksanaan Supervisi Pembelajaran Tatap Muka Secara Terbatas
(PTMT) dan Upaya Mengatasi Learning Loss
A. Latar
Belakang
Masa pandemi Covid-19 tidak terasa
sudah hampir 2 (dua) tahun telah kita lalui. Banyak perubahan yang terjadi yang
harus kita hadapi. Tak luput dalam hal pendidikan, kegiatan belajar mengajar
yang sudah lama dilakukan secara jarak jauh atau belajar dari jauh (BDR). Namun
hasil belajar yang didapat tidak bisa optimal seperti halnya ketika
pembelajaran dilakukan secara tatap muka. Anak mengalami learning loss, yaitu suatu kondisi kehilangan pengetahuan dan
keterampilan baik umum dan khusus atau kemunduran secara akademis, yang terjadi
kesenjangan yang berkepanjangan atau ketidak berlangsungnya proses pendidikan.
Hal ini menjadi sebuah kondisi yang harus diperhatikan agar dapat segera
diatasi sehingga meminimalisir learning loss
yang lebih lama lagi. Penilik PAUD memiliki tugas pokok dan fungsi sebagai
pengendali mutu dan evaluasi dampak harus dapat menemukan strategi dalam
melaksanakan tugasnya. Tidak hanya untuk mengatasi learning loss saja, namun juga harus mampu memberikan motivasi bagi
pendidik dan satuan lembaga dalam pemenuhan standar nasional pendidikan.
Sehingga mutu dan kualitas baik pembelajaran maupun kelembagaan dapat tercapai
dengan baik. Dari permasalahan di atas, perlu adanya strategi untuk mengatasi
kondisi learning loss yang terjadi
dan peningkatan pelayanan satuan PAUD, yaitu dengan strategi KOVID :
Kolaboratif, Variatif, Inovatif dan Dedikasi. KOVID merupakan perpaduan tahapan
yang kami lakukan sebagai pengendali mutu dalam upaya meminimalisir dampak yang
terjadi dari learning loss dengan
meningkatkan kompetensi pendidik PAUD dalam memberikan pembelajaran yang
mengutamakan Merdeka Belajar dan pembimbingan pemenuhan standar nasional PAUD
menuju satuan PAUD yang berkualitas.
B. Strategi
Pemecahan Masalah
Dalam
upaya mengatasi permasalahan yang terjadi, kami melakukan strategi KOVID yang
dilakukan dengan memadukan beberapa langkah penyelesaian, yaitu dengan
mengidentifikasi permasalahan, menganalisa, implementasi strategi KOVID,
mengevaluasi dan tindak lanjut.
1.
Identifikasi
Identifikasi kami lakukan dengan
mengumpulkan permasalahan-permasalahan yang terjadi di satuan PAUD selama pandemi
dan dalam menghadapi pelaksanaan tatap muka secara terbatas. Pembelajaran
dilaksanakan secara terbatas dan terjadwal sedemikian rupa, namun satuan PAUD
masih membatasi kehadiran peserta didik karerna pendidik belum mendapatkan
vaskinasi. Identifikasi tersebut juga kami lakukan dengan berdasarkan hasil
pengisian instrumen pemantauan yang telah terlaksana secara tatap muka. Dari
hasil pemantauan yang mencakup 8 (delapan) standar nasional PAUD, bahwa dalam
pemenuhan standar nasional kurang maksimal. Kegiatan pencatatan pertumbuhan dan
perkembangan peserta didik selama pandemi tidak terlaksana. Pembelajaran jarak
jauh selama pandemi tidak bisa
dilaksanakan terpusat kepada peserta didik yang mengakibatkan hasil
pembelajaran menjadi kurang maksimal. Ketika pembelajaran tatap muka secara
terbatas mulai dilaksanakan, pendidik PAUD belum mampu memaksimalkan proses
pembelajaran karena terkendala tentang bagaimana caranya untuk dapat menstilmulasi
peserta didik untuk mengembangkan kembali proses berpikirnya agar dapat
meminimalisir learning loss yang
sudah terjadi selama pandemi.
Gambar 1.
Identifikasi Permasalahan
2.
Analisa
Dari identifikasi yang telah
dilakukan, analisa kami bahwa pertemuan tatap muka belum bisa sepenuhnya
terlaksana dikarenakan pemberian vaksin kepada pendidik PAUD belum seluruhnya
mendapatkan. Sedangkan vaksinasi merupakan salah satu syarat yang harus
dipenuhi satuan PAUD untuk dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka secara
terbatas. Pendidik PAUD belum memahami bagaimana dan media apa yang bisa
digunakan menstimulasi peserta didik untuk berpikir tingkat tinggi. Satuan PAUD
belum melengkapi pemenuhan dokumen standar nasional PAUD, namun tuntutan untuk
mewujudkan satuan PAUD yang berkualitas di masa pandemi harus tetap terlaksana.
3.
Implementasi Strategi KOVID
a. Kolaboratif
Upaya pemulihan pendidikan pasca
kondisi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan tentunya tidak hanya menjadi
tanggung jawab satu pihak saja, namun menjadi tanggung jawab bersama, yaitu
pemerintah, satuan PAUD, orang tua dan masyarakat di sekitar sekolah.
Kolaborasi atau kerjasama harus dijalin dengan baik agar pemulihan pendidikan
dapat berlangsung sesuai dengan diharapkan.Kami berupaya melibatkan pihak-pihak
yang bersinggungan dengan persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara
terbatas.
1) Pelibatan
tenaga kesehatan, dalam hal ini Puskesmas atau Bidan Desa. Selain memantau
sejauh mana vaksinasi untuk Pendidik PAUD yang sudah dilaksanakan sebagai upaya
kesiapan satuan PAUD dalam pelaksanaan pembelajaran secara terbatas. Kami juga mengajak
Bidan Desa untuk berkunjung ke satuan PAUD untuk memantau pertumbuhan dan
perkembangan anak karena selama pembelajaran jarak jauh di masa pandemi
Covid-19 satuan PAUD tidak melakukan pemeriksaan kesehatan anak. Bidan Desa
juga memberikan sosialisasi gizi yang baik dan bagaimana cara mencuci tangan
yang benar pada saat kegiatan parenting.
Melalui kegiatan ini, disampaikan kepada orang tua untuk selalu memberikan kegiatan
pembiasaan baik kepada anak dalam menjaga kebersihan dan kesehatan, seperti
memakai masker jika bepergian keluar rumah, selalu mencuci tangan dengan menggunakan
sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak. Memberikan pemahaman kepada orang
tua tentang bagaimana menjaga keseimbangan gizi yang baik untuk anak juga
menjadi perhatian yang utama dalam menjaga kesehatan.
Gambar 2.
Pendataan vaksinasi pendidik PAUD dan parenting bersama Bidang Desa, serta
Bidan melakukan pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan anak
a) Pusat
Kerja Gugus (PKG) PAUD Kecamatan yang menaungi seluruh Kepala Satuan PAUD. PKG
PAUD memfasilitasi pertemuan sebagai wadah pembinaan kepada Kepala Satuan PAUD dalam
mempersiapkan satuan PAUD sebelum melaksanakan tatap muka secara terbatas. Prioritas
yang utama adalah kesehatan dan keselamatan peserta didik dan pendidik maka satuan
PAUD harus mempersiapkan sarana dan prasarana yang memadai sehingga peserta
didik dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman di sekolah. Penyediaan
fasilitas cuci tangan dengan air mengalir, penyediaan masker dan tersedianya thermo gun atau alat penembak suhu
tubuh. Dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pelaksanaan kegiatan
pembelajaran di satuan PAUD harus dimiliki. Kepala Satuan juga harus
berkoordinasi kepada Ketua Satuan Petugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di
wilayahnya sebagau bentuk perijinan pelaksanaan kegiatan pembelajaran.
Gambar 3. Koordinasi dengan Pusat Kerja Gugus (PKG)
PAUD dan pembinaan kepada Kepala Satuan PAUD tentang kesiapan pelaksanaan
pembelajaran tatap muka secara terbatas
b) Pendidik
PAUD, yaitu dengan melibatkan pendidik yang telah mengikuti pelatihan atau
workshop di tingkat Kabupaten untuk menyampaikan hasil pelatihan kepada
pendidik yang lain sebagai bentuk pembelajaran teman sejawat atau saling
membelajarkan antar pendidik.
Gambar 4.
Pelibatan pendidik PAUD untuk pengimbasan materi pemenuhan standard nasional
pendidikan dan bermain Losse part
b. Variatif
Variasi dalam strategi ini
merupakan bentuk pelaksanaan pemantauan dan pembimbingan kepada pendidik PAUD
dan satuan PAUD dilaksanakan dengan berbagai cara, yaitu secara tatap muka dan
secara virtual. Secara tatap muka dilaksanakan dengan mengoptimalkan pertemuan
gugus PAUD dengan memberikan pembimbingan kepada Pendidik PAUD dalam menerapkan
lingkungan belajar yang berkualitas, yaitu dengan memaksimalkan proses
pembelajaran mulai dari perencanaan ragam main sampai dengan melakukan
penilaian yang otentik. Pembimbingan dengan menggunakan Zoom Meeting dengan memberikan materi implementasi Merdeka Belajar
dengan memaksimalkan penggunaan media Losse
Part agar learning loss yang
sudah terjadi bisa segera teratasi. Kualitas pembelajaran tidak semata
bergantung kepada sarana prasarana yang lengkap, namun dalam keterbatasan pun
pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.jika kualitas pelaksanaan
pembelajarannya tercapai Memotivasi peningkatan kreatifitas pendidik dalam
penggunaan benda atau bahan yang ada di sekitar lingkungan sekolah dengan
memanfaatkan potensi lokal sebagai media belajar. Penggunaan media belajar yang sesuai dengan
tema pembelajaran dapat menstimulasi peserta didik untuk berkreatifitas dan
berpikir tingkat tinggi dengan mengembangkan imajinasi anak. Pembimbingan
dilanjutkan dengan praktik pembuatan penataan ragam main (invitasi) secara tatap muka di pertemuan Gugus PAUD, dengan
simulasi mengajar dengan memberikan stimulasi pertanyaan terbuka kepada anak (provokasi).
Gambar 5.
Pembimbingan implementasi Merdeka Belajar dengan Losse Part secara virtual dan pendampingan kepada pendidik PAUD
praktik dalam penggunaan media Losse part
secara tatap muka di pertemuan Gugus PAUD
Pembimbingan dalam implementasi
administrasi pembelajaran jarak jauh dilakukan secara virtual Zoom Meeting di awal tahun pembelajaran,
dikarenakan masih melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Pemantauan dan
pembimbingan dalam upaya pemenuhan standar nasional pendidikan dilakukan
melalui pertemuan Gugus PAUD untuk mengetahui sejauh mana dokumen kelembagaan
satuan PAUD berlangsung selama masa pandemi Covid-19. Dengan mengurai
butir-butir dari masing-masing standard nasional pendidikan, satuan PAUD dapat
membenahi dan melengkapi dokumen adminitrasi kelembagaan. Satuan PAUD
menyesuaikan karakteristik pembelajaran sesuai dengan kondisi dan lingkungan
sekolah. Motivasi diberikan kepada satuan PAUD dalam kesiapan penilaian Akreditasi
di masa pandemi, tidak hanya sebagai tolak ukur sebuah nilai dari pelaksanaan
penyelenggaraan satuan, tetapi juga sebagai upaya untuk memenuhi standar
pelayanan minimal.
Gambar 6. Pembimbingan
pemenuhan standar nasional pendidikan secara tatap muka dan virtual kepada
satuan PAUD.
c.
Inovatif
Inovasi dalam strategi ini adalah
dengan menyusun instrumen pemantauan yang butir pertanyaannya memadukan butir
pertanyaan yang terdapat dalam standar nasional pendidikan dengan butir
pertanyaan yang melihat kesiapan satuan PAUD dalam melaksanakan pembelajaran
secara terbatas. Instrumen tersebut disampaikan kepada satuan PAUD dalam bentuk
Google Form, sehingga isian dari
satuan PAUD dapat terekam dan dapat dianalisis hasil pengisiannya. Alamat link Google Form tersebut
adalah https://bit.ly/Pemenuhan_SNP_PAUD.
Instrumen tersebut tidak hanya merangkum dokumen kelembagaan
sesuai dengan masing-masing standar, yang nantinya akan menjadi bahan
pembimbingan lebih lanjut jika masih terdapat dokumen yang belum sesuai, namun
juga dokumen yang dilaksanakan saat pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara
terbatas. Instrumen ini melatih satuan PAUD dalam meningkatkan kemampuan teknik
informatika dengan mengirimkan dokumen berupa soft file PDF, sehingga nantinya akan terbiasa jika mengisi Sistem
Penilaian Akreditasi (Sispena).
Gambar 7. Instrumen
pemenuhan standar nasional satuan PAUD di masa pandemi sampai dengan saat ini
melalui Google Form dan Pengiriman
jawaban oleh satuan PAUD yang terekam
d.
Dedikasi
Dedikasi memiliki arti sebuah
pengorbanan tenaga, pikiran, dan waktu demi keberhasilan suatu usaha yang mempunyai tujuan yang mulia. Dedikasi dalam strategi ini adalah dengan memberikan
kepedulian dan pengabdian tanpa pamrih untuk pendidikan anak usia dini. PAUD
merupakan satuan lembaga yang bersifat sosial yang memberikan pelayanan
pendidikan untuk anak usia dini. Pelayanan pendidikan yang diberikan sangatlah
berperan penting dalam kehidupan anak usia dini kelak. Karena di PAUD, anak
usia dini akan terbentuk pondasi kehidupan dengan pembentukan karakter dan
sikap yang baik. Anak usia dini adalah cikal bakal penerus bangsa yang harus
dijaga, dipupuk dan diberikan stimulasi aspek-aspek perkembangan yang sesuai
dengan tahapan usianya. Kami mengajak dan memotivasi satuan PAUD dan pedidik
PAUD untuk selalu berdedikasi dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada anak.
Dengan meyakinkan bahwa segala pekerjaan yang dilandasi dengan niat ibadah,
ikhlas dan cinta kasih sayang, maka anak akan tumbuh dengan baik secara fisik
dan jasmani.
4.
Evaluasi dan Pelaporan
Evaluasi dan pelaporan merupakan
tahapan akhir dari sebuah proses
kegiatan, yaitu dengan menelaah kembali kegiatan yang sudah berjalan
apakah sudah sesuai dengan apa yang direncanakan. Evaluasi dalam implementasi
strategi KOVID adalah dengan melakukan monitoring kemudian melakukan
pendampingan kepada satuan PAUD jika masih ditemukan adanya kekurangan yang
harus dibenahi. Dari evaluasi tersebut, dituangkan dalam sebuah laporan yang
harus disampaikan kepada atasan dan pengelola satuan PAUD sebagai bahan kegiatan
pembimbingan berikutnya.
C. Hasil
Implementasi Strategi KOVID
Dengan penerapan
strategi KOVID, pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara terbatas dapat
terlaksana sesuai harapan, antara lain:
1. Pelayanan
pendidikan kepada anak dapat kembali terlaksana di satuan PAUD dengan mematuhi
protokol kesehatan.
Gambar 8.
Penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara
terbatas
2. Pendidik
PAUD meningkat kompetensinya dengan menerapkan Merdeka Belajar kepada anak
dengan menggunakan media Losse part, sehingga anak mendapatkan kesempatan untuk
memilih ragam main yang diinginkannya.
Gambar 9. Pendidik PAUD menerapkan Merdeka Belajar
kepada peserta didik dengan media Losse Part
3.
Dokumen pemenuhan standar nasional
pendidikan yang dimiliki satuan PAUD menjadi lebih lengkap. Melalui respon instrumen,
menunjukkan pemenuhan standar nasional PAUD di satuan lebih meningkat.. Hal ini
ditunjukkan dengan 3 (tiga) satuan PAUD telah mengikuti Akreditasi secara
virtual di tahun 2021 ini, dan diharapkan untuk mendaftar Akreditasi PAUD di
tahun 2022.
Tabel 1. KESIAPAN AKREDITASI TAHUN 2022
|
No. |
Jenis Layanan |
Status Terakreditasi |
Akreditasi 2021 |
Pemenuhan Standar |
|
|
Terpenuhi |
Belum Terpenuhi |
||||
|
1 |
TK |
3 |
3 |
15 |
3 |
|
2 |
KB |
1 |
0 |
10 |
11 |
Gambar 10.
Dokumen administrasi kelembagaan menjadi lengkap dan capaian Akreditasi PAUD
D. Dampak
Implementasi Strategi KOVID
Dampak dari implementasi strategi
KOVID terhadap peserta didik, pendidik PAUD dan satuan PAUD antara lain:
1. Pelaksanaan
pembelajaran tatap muka secara terbatas dapat berjalan dengan lancar dengan
dukungan vaksinasi pendidik, sehingga pendidik PAUD dapat melaksanakan kegiatan
belajar mengajar dengan aman, nyaman dan tetap menjaga protokol kesehatan.
2. Peserta
didik terpantau pertumbuhan dan perkembangannya dengan baik dengan adanya
pemeriksaan deteksi dini tumbuh kembang secara berkala. Peserta didik lebih aman
dan nyaman belajar di sekolah yang menerapkan protokol kesehatan.
3. Tujuan
pelaksanaan pembelajaran dapat tercapai dengan baik, yaitu dengan pendidik PAUD
dapat menerapkan pembelajaran yang Merdeka Belajar yaitu dengan memberikan
kesempatan dan keleluasaan kepada peserta didik untuk memilih kegiatan main
yang diinginkan dengan berbagai media belajar.
4. Kreatifitas
pendidik PAUD meningkat dengan pemanfaatan sumber belajar di sekitar lingkungan
sekolah sebagai media belajar yang aman dan menyenangkan untuk peserta didik.
5. Pemenuhan
standar nasional PAUD dapat terpenuhi dan administrasi kelembagaan tercapai dan
lembaga siap untuk penilaian Akreditasi.
E. Tindak
Lanjut
Tindak lanjut dari karya inspiratif
ini antara lain dengan mensosialisasikan karya ini agar dapat memberikan
manfaat dan menginspirasi kepada siapa saja, khususnya untuk Penilik PAUD.
Serta melakukan publikasi karya melalui sosial media agar dapat menebar
inspirasi bagi pembacanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar