Kamis, 10 Desember 2020

Si Baskara : Motivasi, Bahagia dan Semangat Berkarya

 

 

Si  Baskara

MOTIVASI, BAHAGIA DAN SEMANGAT BERKARYA

UNTUK MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN PAUD DI MASA PANDEMI COVID-19


BAB I

PENDAHULUAN

 

A.      Latar Belakang

Guru berperan sebagai fasilitator dan bertanggung jawab untuk menciptakan situasi yang dapat menumbuhkan prakarsa, rasa ingin tahu, keinginan anak untuk bereksplorasi, motivasi dan tanggung jawab anak untuk belajar. Namun, ketika pandemi Covid-19 mulai menyerang Indonesia sejak akhir 2019 lalu, dan di Kabupaten Semarang mengalami puncaknya ketika memasuki bulan Maret 2020 yang mengakibatkan semua kegiatan pembelajaran dari jenjang PAUD sampai dengan jenjang Perguruan Tinggi dihentikan secara total. Kondisi tersebut mengakibatkan situasi sulit yang dihadapi oleh semua lapisan masyarakat. Dalam hal ini, dalam sektor pendidikan, kondisi yang begitu tiba-tiba dihadapi tanpa adanya persiapan. Guru PAUD dituntut untuk dapat memberikan pelayanan pendidikan yang sesuai dengan tumbuh kembang anak dengan segala keterbatasan. Guru PAUD dihadapkan kepada kondisi yang mengharuskan melaksanakan pembelajaran secara jarak jauh dikarenakan di masa pandemi pembelajaran tatap muka di sekolah tidak diperbolehkan. Keterbatasan Guru PAUD dan orang tua peserta didik dalam penggunaan sarana komunikasi dan minimnya ilmu teknologi menjadikan mutu dan kualitas hasil pembelajaran tidak bisa maksimal. Padahal selama pandemi Covid-19, anak di rumah diharapkan untuk tetap bisa bermain dengan gembira sesuai dengan tumbuh kembangnya. Dari permasalahan tersebut, maka penulis melakukan inovasi pelaksanaan pembimbingan “Si Baskara : Motivasi, Bahagia dan Semangat Berkarya”  untuk membangkitkan semangat berkarya Guru PAUD agar mutu dan kualitas pembelajaran selama pandemi Covid-19 dapat tercapai. Si Baskara dalam bahasa Jawa didefinisikan sebagai sinar surya atau penerang. Dalam karya ini Guru PAUD menjadi penerang untuk anak dan orang tua dalam pelaksanaan pembelajaran, sebagai fasilitator di satuan PAUD yang memberikan kegiatan bermain yang bermakna dan menyenangkan di masa pandemi Covid-19.

 

B.     Strategi Pemecahan Masalah

Strategi yang diterapkan dalam  memecahkan permasalahan yang ada adalah dengan menerapkan strategi pembimbingan Si Baskara yang merupakan akronim dari Motivasi, Bahagia dan Semangat Berkarya. Strategi ini dengan memotivasi Guru PAUD yang mengalami kondisi sulit, menjadikannya bahagia dan nyaman ketika permasalahannya didengarkan. Kemudian Guru PAUD menjadi lebih bersemangat dalam berkarya, melaksanakan tugasnya seorang Guru PAUD dengan baik.

Gambar 1. Alur Strategi Pembimbingan Si Baskara




BAB II

PEMBAHASAN


 

A.      Konsep Strategi Pembimbingan

Di masa pandemi Covid-19, strategi pembimbingan Si Baskara adalah dilaksanakan dengan mengutamakan memperbaiki kondisi Guru PAUD terlebih dahulu. Layaknya seorang anak yang sedang belajar, yang paling penting adalah anak dikondisikan bahagia, karena dengan bahagia, anak bisa menerima materi yang Guru PAUD berikan dengan baik. Demikian pula seorang Guru PAUD, dalam melaksanakan tugasnya pun harus merasakan bahagia atau enjoy, agar pembimbingan dapat berjalan secara maksimal, Penilik PAUD harus mempu mengkondisikan Guru PAUD bahagia sebelum melaksanakan pembimbingan.Guru PAUD memiliki peranan dalam merancang kegiatan bermain yang nantinya akan dilakukan anak dengan pendampingan orang tua. Jika Guru PAUD memiliki kondisi yang baik, nyaman dan bahagia, maka kegiatan bermain yang dibuat pun akan menjadi ragam main yang bermakna dan menyenangkan. Pemberian bekal pengetahuan dan wawasan terkait pelaksanaan pembelajaran sejak menyusun rencana pembelajaran sampai dengan penilaian menjadi langkah berikutnya. Pentingnya bermain yang bermakna dan menyenangkan harus dipahami Guru PAUD, di mana dalam pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) ragam main yang diberikan lebih mengutamakan proses bermainnya. Dari proses tersebutlah, Guru PAUD dapat menganalisa perkembangan dari setiap anak secara autentik.

Pada tanggal 9 – 10 Juli 2020 yang lalu telah dilaksanakan Pengimbasan Bimbingan Teknis Implementasi Belajar Dari Rumah (BDR) oleh penulis kepada Guru PAUD yang mengajar di satuan PAUD non formal, yaitu KB/TPA/SPS. Pengimbasan dilaksanakan secara dalam jaringan dengan Zoom Meeting. Namun pengimbasan tersebut tidak bisa efektif dierima oleh semua Guru PAUD dikarenakan kendala sinyal internet yang tidak stabil yang mengakibatkan materi pengimbasan tidak dapat diserap secara maksimal. Mengingat kondisi saat ini adalah pandemi Covid-19, maka konsep pembimbingan Si Baskara adalah pembimbingan yang dilaksanakan secara blended learning, yaitu memadukan pembimbingan yang dilaksanakan secara tatap muka (luar jaringan) dengan pembimbingan yang dilaksanakan secara virtual (dalam jaringan) dengan menggunakan sarana komunikasi.

 

B.       Implementasi Strategi

Strategi pembimbingan Si Baskara, diimplementasikan dengan memperhatikan prosedur kerja yang dilaksanakan secara bertahap dari awal perencanaan sampai dengan pelaporan. Keberhasilan pelaksanaan pembimbingan terukur dengan  adanya perbedaan hasil pelaksanaan pembelajaran sebelum dan sesudah pembimbingan.

1.        Perencanaan

Perencanaan merupakan kegiatan tahap awal yang dilakukan dengan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh Guru PAUD selama masa pandemi Covid-19. Yaitu dengan melakukan komunikasi baik secara dalam jaringan maupun luar jaringan. Dari identifikasi permasalahan tersebut, dijumpai beberapa hal yang menjadi penghambat atau kendala dalam pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Permasalahan tersebut antara lain adalah:

a.       Kondisi psikologi Guru PAUD yang dihadapkan pada situasi sulit setelah adanya pandemi Covid-19.

b.      Kurangnya pemahaman Guru PAUD dalam pelaksanaan pembelajaran selama pandemi Covid-19.

c.       Kurangnya komunikasi yang efektif antara Guru PAUD dan orang tua murid sehingga mengakibatkan hasil pembelajaran kurang maksimal.

Setelah identifikasi permasalahan, selanjutnya disusun rancangan pembimbingan yang akan dilaksanakan. Dari identifikasi tersebut dibuatlah rancangan pembimbingan yang akan dilakukan dengan memperhatikan permasalahan yang terjadi. Dalam tugas kepenilikan, Pelaksanaan pembimbingan seharusnya dilaksanakan setelah Penilik mengadakan penilaian dan analisa pelaksanaan program satuan pendidikan. Namun dikarenakan dalam situasi pandemi Covid-19 ini, pembimbingan dilakukan bersamaan dengan melaksanakan pemantauan. Pembimbingan dilaksanakan secara berkelompok untuk efektifitas dan efisiensi keberhasilan pembimbingan.

 

RANCANGAN PEMBIMBINGAN

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SATUAN PAUD

SELAMA PANDEMI COVID-19

 

No.

Materi

Kegiatan

1

Motivasi dan Dukungan

Memberikan motivasi, dukungan dan penguatan kepada Guru PAUD akibat terdampak adanya pandemi Covid-19

2

Perencanaan Pembelajaran

Pemahaman dalam penyusunan perencanaan pembelajaran selama pandemi Covid-19

3

Komunikasi Positif Kepada Orang Tua

Pemahaman kepada Guru PAUD tentang pentingnya komunikasi positif dalam pelaksanaan pembelajaran selama pandemi Covid-19

4

Pelaksanaan Pembelajaran

Pemahaman kepada Guru PAUD tentang pentingnya bermain yang menyenangkan sebagai model pembelajaran selama pandemi Covid-19

5

Penilaian Pembelajaran

Pemahaman kepada Guru PAUD tentang melaksanakan penilaian pembelajaran selama pandemi Covid-19

 

2.        Pelaksanaan

Pembimbingan dilaksanakan dengan mengunjungi di satuan PAUD yang sudah kita tetapkan menjadi sasaran pembimbingan dengan memperhatikan kondisi daerah satuan PAUD berada. Pelaksanaan pembimbingan dengan model blended learning atau kombinasi antara moda dalam jaringan atau moda luar jaringan. Menyesuaikan dengan kondisi daerah dan kesiapan guru PAUD. Jika satuan PAUD berada dalam daerah yang berzona merah, maka pembimbingan dilaksanakan dengan moda dalam jaringan dengan menggunakan Zoom Meeting. Namun jika memungkinkan untuk daerah dapat dikunjungi, maka pembimbingan dilaksanakan secarat tatap muka dengan memperhatikan protokol kesehatan.

a.    Memberikan motivasi, dukungan dan penguatan kepada Guru PAUD akibat terdampak adanya pandemi Covid-19

Sejak mewabahnya pandemi Covid-19, sangat terasa dampaknya. Tak luput Guru PAUD pun juga mengalami dampak yang luar biasa. Kondisi keluarga para Guru PAUD yang mengalami ketimpangan ekonomi dikarenakan ada beberapa suami dari mereka yang berperan sebagai keluarga kehilangan pekerjaan. Kesejahteraan Guru PAUD pun bisa dibilang masih jauh dari kata sejahtera. Namun, inilah yang menjadikan kewajiban Penilik untuk memberikan motivasi, dukungan dan semangat untuk selalu berkarya untuk anak bangsa. Yaitu dengan memberikan pelayanan pendidikan yang baik kepada peserta didik. Pemberian dukungan tersebut dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1)      Memberikan perhatian agar tidak merasa sendiri

2)      Menjadi pendengar yang baik tanpa menghakimi, mencemooh dan menggurui.

3)      Memberikan nasihat jika diperlukan, yang sifatnya positif dan menguatkan.

Kondisi Guru PAUD harus benar-benar baik, karena nantinya Guru PAUD juga harus mampu melakukan kiat-kiat tersebut agar Guru PAUD dapat memberikan pemahaman kepada orang tua bahwa emosi orang tua sangat berpengaruh terhadap kemampuan mendampingi anak selama menghadapi pandemi Covid-19.

 

  

 

 

 

 Gambar 2. Pemberian motivasi dan dukungan kepada Guru PAUD

 

b.    Pemahaman dalam penyusunan perencanaan pembelajaran selama pandemi Covid-19

Perencanaan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 telah diterbitkan pedomannya oleh Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Pemerintah memprioritaskan kesehatan dan keselamatan Guru PAUD dengan memperingan beban kerja dengan menyederhanakan administrasi pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang disusun selama pandemi Covid-19 adalah Program Semester (Prosem) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) saja. Sehingga tugas Guru PAUD lebih ringan, namun tujuan pembelajaran tetap bisa tercapai. RPPM disusun oleh guru dengan memahami Standat Tingkat Pencapaian Pertumbuhan Anak (STPPA), Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), serta menetapkan materi pembelajaran. RPPM disusun dengan memuat Kompetensi Dasar yang mencakup  6 aspek perkembangan, nilaia agama moral, fisik motorik, kognitig, bahasa, sosial emosional dan seni. Langkah-langkah dalam penyusunan RPPM adalah:

1)      Menetapkan Kompetensi Dasar.

2)      Menuliskan materi pembelajaran untuk setiap Kompetensi Dasar.

3)      Menyusun kegiatan pembelajaran untuk 1 minggu.

Dalam menyusun kegiatan main, Guru PAUD harus memperhatikan tentang ragam main yang diberikan. Ragam main yang diberikan adlah ragam main yang mudah dipahami orang tua selaku fasilitator bermain di rumah. Setelah Guru selesai menyusun RPPM, maka Guru menyusun kembali RPPM yang disampaikan kepada orang tua dalam bentuk narasi yang mudah dipahami orang tua. Guru PAUD dan orang tua memberikan kebebasan anak untuk memilih ragam main, sehingga tidak ada paksaan kepada anak untuk melakukan kegiatan main. Anak merdeka bermain dengan diberikan kesempatan memilih ragam main yang ingin dimainkannya.

 


 Gambar 3. Memberikan pemahaman kepada Guru PAUD dalam menyusun Rencana Pembelajaran di masa Pandemi Covid-19 secara tatap muka.

 

c.    Pemahaman kepada Guru PAUD tentang pentingnya komunikasi positif dalam pelaksanaan pembelajaran selama pandemi Covid-19.

Komunikasi antara Guru PAUD dan orang tua murid sangatlah menentukan keberhasilan pelaksanaan pembelajaran, karena selama pandemi Covid-19 peserta didik melaksanakan pembelajaran dengan teknis Belajar Dari Rumah (BDR). Orang tua menjadi pengganti Guru di rumah untuk membersamai anak bermain. Guru PAUD memiliki peranan sebagai perancang kegiatan bermain, dan orang tua berperan sebagai fasilitator dan pendamping anak di rumah. Komunikasi yang efektif dan positif sangat dibutuhkan sebagai sarana penyampaian laporan kegiatan

 

 







 
Gambar 4. Pemahaman pentingnya komunikasi yang positif kepada orang tua dalam pembelajaran jarak jauh dengan teknik Belajar Dari Rumah (BDR)

d.   Pemahaman kepada Guru PAUD tentang pentingnya bermain yang menyenangkan sebagai model pembelajaran selama pandemi Covid-19

Kegiatan bermain anak di rumah adalah berprinsip bermain yang menyenangkan, yaitu bermain dengan menggunakan benda kongkrit sebagai bahan belajar yang memberikan anak pengalaman langsung pada bahan belajar yang digunakan. Anak diberikan kesempatan mengeksplorasi bahan main secara saintifik, sehingga anak dengan rasa keingin tahuannya yang tinggi bisa tergugah. Anak tidak terbebani dengan pengerjaan Lembar Kerja yang menuntut anak untuk berada di belakang meja yang mengekang kreatifitas anak.

 

 



 Gambar 6. Pemberian materi pembimbingan tentang bermain matematika yang menyenangkan di masa pandemi Covid-19

 

e.    Pemahaman kepada Guru PAUD tentang melaksanakan penilaian pembelajaran selama pandemi Covid-19

Penilaian pembelajaran di masa pandemi Covid-19 dilaksanakan secara mingguan, berbeda dengan penilaian sebelumnya yang dilakukan setiap hari. Analisa penilaian dilakukan yaitu dengan mencermati dokumetasi yang dikirim oleh orang tua dalam bentuk foto, video, maupun catatan singkat terkait kegiatan bermain anak di rumah. Teknik penilaian check list, hasil karya dan catatan anekdot harus dilakukan dan terangkum dalam 6 (enam) aspek perkembangan anak. Sedangkan untuk pelaporan, Guru PAUD harus mampu menarasikan hasil perkembangan anak dengan memberikan hasil yang autentik sesuai dengan pekembangannya. Pelaporan diberikan dengan narasi perkembangan, narasi penguatan, dan narasi rekomendasi. Laporan perkembangan disampaikan secara berkala.

 


 Gambar 7. Pemahaman penilaian pembelajaran secara tatap muka


Gambar 8. Pemahaman penilaian pembelajaran secara virtual

 

3.        Pelaporan

Pelaporan dalam pelaksanaan pembimbingan menunjukkan dimana, siapa, kapan, apa dan bagaimana pembimbingan dilaksanakan. Dari hsil pembimbingan bisa disimpulkan sejauh mana pembimbingan dikatakan berhasil sesuai dengan tujuan apakah tidak. Dari penetapan Guru PAUD yang akan menjadi sasaran pembimbingan, dengan analisa laporan pembimbingan tentunya dapat memperlihatkan tingkat keberhasilan pembimbingan. Pelaporan pembimbingan menjadi bukti keterlaksanaan pengendalian mutu di bidang pembimbingan yang disampaikan kepada atasan sebagai bagian dari tugas pokok dan fungsi Penilik PAUD.

 

LEMBAR PEMBIMBINGAN

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SATUAN PAUD

SELAMA PANDEMI COVID-19

 

Nama Satuan PAUD        : ...............................................................

Alamat                                  .............................................................

Responden                       :................................................................

 

No.

Hari/Tanggal

Materi

Kegiatan

Tanda Tangan

1

 

Motivasi dan Dukungan

Memberikan motivasi, dukungan dan penguatan kepada Guru PAUD akibat terdampak adanya pandemi Covid-19

 

Perencanaan Pembelajaran

Pemahaman dalam penyusunan perencanaan pembelajaran selama pandemi Covid-19

Komunikasi Positif Kepada Orang Tua

Pemahaman kepada Guru PAUD tentang pentingnya komunikasi positif dalam pelaksanaan pembelajaran selama pandemi Covid-19

2

 

Pelaksanaan Pembelajaran

Pemahaman kepada Guru PAUD tentang pentingnya bermain yang menyenangkan sebagai model pembelajaran selama pandemi Covid-19

 

Penilaian Pembelajaran

Pemahaman kepada Guru PAUD tentang melaksanakan penilaian pembelajaran selama pandemi Covid-19

 

Dari hasil pembimbingan, agar dapat diketahu ketercapaian pembimbingan maka perlu kita buat skor ketercapaian. Ketercapaian pembimbingan dikonverikan dalam bentuk skor atau nilai angka, sehingga dapat terukur capaian keberhasilan pembimbingan. Hasil yang dicapai dalam penerapan strategi pembimbingan Si Baskara adalah dengan menganalisa capaian pembimbingan dalam tabel skor seperti berikut:

 

Skore

Indikator

Skore

1

2

3

4

Guru PAUD mampu mengatasi kondisi sulit yang dihadapi secara pribadi.

1

2

3

4

1

2

3

4

Guru PAUD mampu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)

1

2

3

4

1

2

3

4

Guru PAUD mampu menyusun kegiatan ragam main yang mengutamakan merdeka bermain untuk anak dengan memberikan pilhan ragam main yang bermakna dan menyenangkan.

1

2

3

4

1

2

3

4

Gutu PAUD mampu menyusun Narasi ragam kegiatan main yang berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) yang sudah dibuat dengan menggunakan bahasa yang komunikatif dan dapat dipahami orang tua

1

2

3

4

1

2

3

4

Guru PAUD mampu melaksanakan penilaian pembelajaran di masa pandemi Covid-19 dengan teknik checklist, hasil karya dan anekdot

1

2

3

4

1

2

3

4

Guru PAUD mampu menyusun laporan hasil perkembangan anak yang disampaikan kepada orang tua.

1

2

3

4

 

C.      Hasil Yang Dicapai Dalam Penerapan Strategi Pembimbingan

Penerapan strategi pembingan Si Baskara terbukti efektif dalam memberikan pemahaman kepada Guru PAUD bagaimana tahapan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan di masa pandemi Covid-19. Keberhasilan pembimbingan ditandai dengan Guru PAUD dapat melaksanakan pembelajaran dengan baik dibandingkan dengan sebelum dilakukan pembimbingan Si Baskara, yaitu pembelajaran yang dilaksanakan secara jarak jauh atau BDR, dengan kerjasama yang baik antara Guru PAUD dan orang tua, sehingga hasil perkembangan anak dapat tercapai.

 

LEMBAR PEMBIMBINGAN

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SATUAN PAUD

SELAMA PANDEMI COVID-19

 

Nama Satuan PAUD        :   KB Kusuma Jaya

Alamat                              :   Dusun Rembes Desa Watuagung

Responden                       :   Tri Wahyuningsih dan Suprapti

 

No.

Hari/Tanggal

Materi

Kegiatan

Tanda Tangan

1

Senin,

14-09-2020

Motivasi dan Dukungan

Memberikan motivasi, dukungan dan penguatan kepada Guru PAUD akibat terdampak adanya pandemi Covid-19

 

Perencanaan Pembelajaran

Pemahaman dalam penyusunan perencanaan pembelajaran selama pandemi Covid-19

Komunikasi Positif Kepada Orang Tua

Pemahaman kepada Guru PAUD tentang pentingnya komunikasi positif dalam pelaksanaan pembelajaran selama pandemi Covid-19

2

Selasa,

22-09-2020

Pelaksanaan Pembelajaran

Pemahaman kepada Guru PAUD tentang pentingnya bermain yang menyenangkan sebagai model pembelajaran selama pandemi Covid-19

 

Penilaian Pembelajaran

Pemahaman kepada Guru PAUD tentang melaksanakan penilaian pembelajaran selama pandemi Covid-19

 

 

LEMBAR ANALISA PEMBIMBINGAN

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SATUAN PAUD

SELAMA PANDEMI COVID-19

 

KB Kusuma Jaya Desa Watuagung

Suprapti

Skore

Indikator

Skore

1

2

3

4

Guru PAUD mampu mengatasi kondisi sulit yang dihadapi secara pribadi.

1

2

3

4

1

2

3

4

Guru PAUD mampu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)

1

2

3

4

1

2

3

4

Guru PAUD mampu menyusun kegiatan ragam main yang mengutamakan merdeka bermain untuk anak dengan memberikan pilhan ragam main yang bermakna dan menyenangkan.

1

2

3

4

1

2

3

4

Gutu PAUD mampu menyusun Narasi ragam kegiatan main yang berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) yang sudah dibuat dengan menggunakan bahasa yang komunikatif dan dapat dipahami orang tua

1

2

3

4

1

2

3

4

Guru PAUD mampu melaksanakan penilaian pembelajaran di masa pandemi Covid-19 dengan teknik checklist, hasil karya dan anekdot

1

2

3

4

1

2

3

4

Guru PAUD mampu menyusun laporan hasil perkembangan anak yang disampaikan kepada orang tua.

1

2

3

4

Analisa Skor:

Sebelum Pembimbingan Si Baskara  =    13    x  100%  =  54,16%

                                                                  24

Setelah Pembimbingan Si Baskara   =    20    x  100%  =  83,33%

                                                                  24

 

KB Kusuma Jaya Desa Watuagung

Tri Wahyuningsih

Skore

Indikator

Skore

1

2

3

4

Guru PAUD mampu mengatasi kondisi sulit yang dihadapi secara pribadi.

1

2

3

4

1

2

3

4

Guru PAUD mampu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)

1

2

3

4

1

2

3

4

Guru PAUD mampu menyusun kegiatan ragam main yang mengutamakan merdeka bermain untuk anak dengan memberikan pilhan ragam main yang bermakna dan menyenangkan.

1

2

3

4

1

2

3

4

Gutu PAUD mampu menyusun Narasi ragam kegiatan main yang berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) yang sudah dibuat dengan menggunakan bahasa yang komunikatif dan dapat dipahami orang tua

1

2

3

4

1

2

3

4

Guru PAUD mampu melaksanakan penilaian pembelajaran di masa pandemi Covid-19 dengan teknik checklist, hasil karya dan anekdot

1

2

3

4

1

2

3

4

Guru PAUD mampu menyusun laporan hasil perkembangan anak yang disampaikan kepada orang tua.

1

2

3

4

Analisa Skor:

Sebelum Pembimbingan Si Baskara  =    9    x  100%  =  37,50%

                                                                  24

Setelah Pembimbingan Si Baskara   =    17    x  100%  =  70,83%

                                                                  24

Kesimpulan :

1.        Sdr.i Suprapti sebelum pembimbingan Si Baskara, sudah mampu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM), namun ragam main yang diberikan belum memberikan kegiatan main yang menyenangkan. Setelah mengikuti pembimbingan, Sdr.i Suprapti menunjukkan bahwa beliau mampu menyusun RPPM yang memberikan ragam main yang bermakna dan mudah dipahami orang tua. Selain itu, beliau juga mampu membuat RPPM yang dikemas menjadi video yang disampaikan ke orang tua agar ragam main lebih mudah dipahami orang tua.

Contoh dokumentasi RPPM video bisa dilihat di https://yuotu.be/ezpe9a8THiU

2.        Sdr.i Tri Wahyuningsih sebelum pembimbingan Si Baskara, kondisinya sangat terpukul karena di saat pandemi Covid-19, pendapatan suaminya sebagai penjual menurun, sehingga konsentrasi dalam melaksanakan tugasnya sebagai Guru PAUD berkurang. Beliau juga belum mampu menyusun laporan perkembangan anak. Setelah pembimbingan, Sdr.i Tri Wahyuningsih sudah mulai mampu menata hati dan lebih berkonsentrasi dalam melaksanakan pembelajaran secara jarak jauh.

 

Dari hasil pembimbingan Si Baskara, di KB Kusuma Jaya Desa Watuagung Kecamatan Tuntang, keefektifan pembimbingan bisa terukur dengan adanya peningkatan prosentase hasil pembimbingan yang signifikan dari pada kondisi sebelum pembimbingan dilaksanakan.

 

D.      Dampak Penerapan Strategi

1.        Pendidik

a.         Guru PAUD mampu mengatasi situasi yang berbeda.

Guru PAUD mampu menerima dan menghadapi kondisi yang tidak sama dengan kondisi sebelum adanya pandemi Covid-19. Guru PAUD juga mampu memberikan dukungan dan motivasi kepada orang tua wali murid yang terkena dampak adanya pandemi. Saling menguatkan antara Guru PAUD dan orang tua dalam memberikan pembelajaran anak agar tumbuh kembang anak tetap dapat terpantau dengan baik

b.         Guru PAUD mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik.

Guru PAUD mampu melaksanakan proses pembelajaran di masa pandemi Covid-19 secara dalam jaringan dengan baik. Dengan diawali menyusun perencanaan pembelajaran mingguan, dan dapat menyampaikan rencana kegiatan bermain tersebut kepada orang tua dengan menggunakan narasi positif yang mudah dipahami orang tua. Ragam main yang diberikan oleh Guru PAUD sudah memperlihatkan ragam main yang bermakna dan menyenangkan untuk anak.

2.        Peserta Didik dan Orang Tua

a.       Peserta didik di masa pandemi Covid-19 tetap terpantau pertumbuhan dan perkembangannya dengan merdeka dalam bermain, yaitu dengan memberikan kebebasan dalam memilih ragam main yang disedikan oleh Guru PAUD, sehingga dapat memacu rasa ingin tahu dan ingin mencoba dengan suatu hal yang baru.

b.      Orang tua adalah pengganti “Guru” di rumah yang berperan sebagai fasilitator kegiatan bermain di rumah dapat melaksanakan ragam main yang diberikan guru sesuai dengan capaian perkembangannya. Keterlibatan orang tua dalam kegiatan bermain di rumah selama Covid-19 akan memiliki hubungan batin yang lebih kuat kepada anak.

3.        Lembaga

Kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan PAUD semakin meningkat dengan ditandai semakin bertambah jumlah peserta didiknya karena mutu dan kualitas hasil pembelajaran yang semakin baik.

 

E.       Kendala dan Solusi

Kendala yang dihadapi dalam penerapan strategi pembimbingan Si Baskara antara lain:

1.        Pelaksanaan pembimbingan yang dilaksanakan bersamaan dengan pemantauan yang sudah terjadwal menjadi tidak teratur karena Penilik masih diberi sampiran tugas untuk membina secara kelembagaan untuk PAUD formal (TK).

2.        Kondisi pandemi yang dinamis penyebarannya, setiap satuan PAUD yang di daerahnya ada yang terpapar Covid-19, maka daerah menutup kunjungan atau lock down.

3.        Ada beberapa lembaga yang selama pandemi Covid-19, tidak menarik iuran wali murid, dikarenakan banyak orang tua yang tidak mampu untuk membayar iuran sekolah.

Sedangkan solusi yang diambil untuk mengatasi kendala yang dihadapi dalam penerapan strategi pembimbingan Si Baskara adalah sebagai berikut:

1.        Mengkoordinasikan dengan Ketua Korwilcam Bidang Pendidikan untuk pelaksanaan tugas ke-TK-an bersama Pengawas TK/SD

2.        Mengkoordinasikan kembali jadwal pembimbingan kepada Guru PAUD dengan menjadwal ulang pembimbingan ketika kondisi daerah aman untuk dikunjungi.

3.        Lembaga diusulkan Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP-PAUD).

 

F.       Faktor-faktor Pendukung

Faktor-faktor yang mendukung dalam penerapan strategi pembimbingan Si Baskara antara lain:

1.        Keingiinan yang kuat dari Guru PAUD untuk belajar dan berupaya meningkatkan kompetensinya., dengan menerapkan pembelajaran sepanjang hayat atau long life education.

2.        Kepedulian masyarakat dalam hal ini adalah Pemerintah Desa yang mendukung pelaksanaan pembelajaran di beberapa PAUD dengan memberikan fasilitas Wi-Fi sehingga mendukung proses pembelajaran PAUD secara dalam jaringan.

3.        Dukungan dari Pemerintah Desa di beberapa satuan PAUD yang masih menganggarkan transport untuk Guru PAUD atau pengadaan bahan pembelajaran habis pakai

4.        Dukungan dari Pemerintah Kabupaten Semarang yang masih menganggarkan bantuan kesejahteraan untuk Guru PAUD selama pandemi Covid-19.

5.        Dukungan dari Pemerintah Pusat yang memberikan Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP-PAUD) sehingga pelaksanaan pembelajaran selama pandemi Covid-19 dapat terlaksana dengan baik.

 

G.      Rencana Pengembangan

Rencana pengembangan yang akan dilaksanakan setelah dilaksanakannya penerapan strategi pembimbingan Si Baskara antara lain sebagai berikut:

1.        Bekerja sama dengan organisasi mitra Himpaudi Kec. Tuntang dalam pemantauan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh atau Belajar Dari Rumah (BDR) di satuan PAUD.

2.        Mensosialisasikan strategi pembimbingan Si Baskara kepada Penilik PAUD

yang ada di Kab. Semarang



BAB III

PENUTUP

 

A.      Kesimpulan

1.        Konsep strategi pembimbingan dengan Si Baskara untuk meningkatkan mutu dan kualitas layanan satuan PAUD di masa Pandemi Covid-19 adalah dengan mengutamakan kondisi Guru PAUD yang nyaman dan bahagia dengan memberikan dukungan dan motivasi secara menyeluruh sehingga Guru PAUD dapat berkarya dengan baik.

2.        Implementasi strategi pembimbingan Si Baskara untuk meningkatkan mutu dan kualitas layanan satuan PAUD di masa Pandemi Covid-19 adalah dengan menerapkan tahapan prosedur yang diawali dengan perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan. Perencanaan dilakukan dengan mengidentifikasi kondisi awal Guru PAUD dan membuat rancangan pembimbingan. Selanjutnya tahap pelaksanaan dengan memberikan dukungan dan motivasi Guru PAUD, memberikan pemahaman tentang perencanaan pembelajaran di masa pandemi Covid-19, pemahaman tentang pentingnya komunikasi yang positif dengan orang tua, pemahaman tentang pentingnya bermain yang bermakna, dan pemahaman penilaian. Dan tahap terakhir adalah pelaporan yang disusun untuk hasil pembimbingan,

3.        Hasil yang dicapai dari penerapan strategi pembimbingan Si Baskara untuk meningkatkan mutu dan kualitas layanan satuan PAUD di masa Pandemi Covid-19 antara lain adalah dengan meningkatnya secara signifikan kemampuan Guru PAUD dalam mengatasi masa sulit yang dihadapinya, meningkatnya kemampuan Guru PAUD dalam menyusun perangkat pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

4.        Dampak dari penerapan strategi pembimbingan Si Baskara untuk meningkatkan mutu dan kualitas layanan satuan PAUD di masa Pandemi Covid-19 antar lain:

a.    Untuk Guru PAUD, lebih mampu mengatasi situasi sulit yang dihadapi dan mampu menyusun perangkat pembelajaran jarak jauh selama pandemi dan mampu

b.    Untuk peserta didik dan orang tua, terfasilitasi ragam main di rumah yang sesuai dengan tahapan usianya dan hubungan batin atara anak dan orang tua semakin dekat.

c.    Untuk lembaga, kepercayaan penyelenggaraan pendidikan anak usia dini semakin meningkat dengan bertambahnya peserta didik.

5.        Kendala yang dihadapi dalam penerapan strategi pembimbingan Si Baskara untuk meningkatkan mutu dan kualitas layanan satuan PAUD di masa Pandemi Covid-19 adalah pelaksanaan pembimbingan yang dilaksanakan bersamaan dengan pemantauan yang sudah terjadwal menjadi tidak teratur karena Penilik masih diberi sampiran tugas untuk membina secara kelembagaan untuk PAUD formal (TK). Solusinya adalah dengan mengkoordinasikan dengan Ketua Korwilcam Bidang Pendidikan untuk pelaksanaan tugas ke-TK-an bersama Pengawas TK/SD. Kendala berikutnya adalah karena kondisi pandemi yang dinamis penyebarannya, setiap satuan PAUD yang di daerahnya ada yang terpapar Covid-19, maka daerah menutup kunjungan atau lock down. Sedangkan untuk solusinya adalah mengkoordinasikan kembali jadwal pembimbingan kepada Guru PAUD dengan menjadwal ulang pembimbingan ketika kondisi daerah aman untuk dikunjungi.

6.        Faktor yang mendukung penerapan strategi pembimbingan Si Baskara untuk meningkatkan mutu dan kualitas layanan satuan PAUD di masa Pandemi Covid-19 antara lain dukungan dari Pemerintah Desa, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Pusat kepada satuan PAUD dalam pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

7.        Rencana pengembangan yang bisa dilakukan untuk penerapan strategi pembimbingan Si Baskara untuk meningkatkan mutu dan kualitas layanan satuan PAUD di masa Pandemi Covid-19 adalah bekerja sama dengan organisasi mitra Himmpaudi dalam pemantauan pelaksanaan BDR dan mensosialisasikan strategi pembimbingan Si Baskara kepada Penilik PAUD se-Kab. Semarang.

 

B.       Tindak Lanjut

1.        Bekerja sama dengan organisasi mitra Himpaudi Kec. Tuntang dalam pemantauan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh atau Belajar Dari Rumah (BDR) di satuan PAUD.

2.        Mensosialisasikan strategi pembimbingan Si Baskara kepada Penilik PAUD

yang ada di Kab. Semarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar