Si Baskara
MOTIVASI, BAHAGIA DAN SEMANGAT BERKARYA
UNTUK MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN PAUD DI MASA PANDEMI COVID-19
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Guru berperan
sebagai fasilitator dan bertanggung jawab untuk menciptakan situasi yang dapat
menumbuhkan prakarsa, rasa ingin tahu, keinginan anak untuk bereksplorasi,
motivasi dan tanggung jawab anak untuk belajar. Namun, ketika pandemi Covid-19
mulai menyerang Indonesia sejak akhir 2019 lalu, dan di Kabupaten Semarang
mengalami puncaknya ketika memasuki bulan Maret 2020 yang mengakibatkan semua
kegiatan pembelajaran dari jenjang PAUD sampai dengan jenjang Perguruan Tinggi
dihentikan secara total. Kondisi tersebut mengakibatkan situasi sulit yang
dihadapi oleh semua lapisan masyarakat. Dalam hal ini, dalam sektor pendidikan,
kondisi yang begitu tiba-tiba dihadapi tanpa adanya persiapan. Guru PAUD
dituntut untuk dapat memberikan pelayanan pendidikan yang sesuai dengan tumbuh
kembang anak dengan segala keterbatasan. Guru PAUD dihadapkan kepada kondisi
yang mengharuskan melaksanakan pembelajaran secara jarak jauh dikarenakan di
masa pandemi pembelajaran tatap muka di sekolah tidak diperbolehkan.
Keterbatasan Guru PAUD dan orang tua peserta didik dalam penggunaan sarana
komunikasi dan minimnya ilmu teknologi menjadikan mutu dan kualitas hasil
pembelajaran tidak bisa maksimal. Padahal selama pandemi Covid-19, anak di
rumah diharapkan untuk tetap bisa bermain dengan gembira sesuai dengan tumbuh
kembangnya. Dari permasalahan tersebut, maka penulis melakukan inovasi pelaksanaan
pembimbingan “Si Baskara : Motivasi,
Bahagia dan Semangat Berkarya” untuk
membangkitkan semangat berkarya Guru PAUD agar mutu dan kualitas pembelajaran
selama pandemi Covid-19 dapat tercapai. Si
Baskara dalam bahasa Jawa didefinisikan sebagai sinar surya atau penerang.
Dalam karya ini Guru PAUD menjadi penerang untuk anak dan orang tua dalam
pelaksanaan pembelajaran, sebagai fasilitator di satuan PAUD yang memberikan
kegiatan bermain yang bermakna dan menyenangkan di masa pandemi Covid-19.
B. Strategi Pemecahan Masalah
Strategi
yang diterapkan dalam memecahkan
permasalahan yang ada adalah dengan menerapkan strategi pembimbingan Si Baskara yang merupakan akronim dari
Motivasi, Bahagia dan Semangat Berkarya. Strategi ini dengan memotivasi Guru
PAUD yang mengalami kondisi sulit, menjadikannya bahagia dan nyaman ketika
permasalahannya didengarkan. Kemudian Guru PAUD menjadi lebih bersemangat dalam
berkarya, melaksanakan tugasnya seorang Guru PAUD dengan baik.
Gambar
1. Alur Strategi Pembimbingan Si Baskara
PEMBAHASAN
A. Konsep
Strategi Pembimbingan
Di
masa pandemi Covid-19, strategi pembimbingan Si Baskara adalah dilaksanakan dengan mengutamakan memperbaiki kondisi
Guru PAUD terlebih dahulu. Layaknya seorang anak yang sedang belajar, yang
paling penting adalah anak dikondisikan bahagia, karena dengan bahagia, anak
bisa menerima materi yang Guru PAUD berikan dengan baik. Demikian pula seorang
Guru PAUD, dalam melaksanakan tugasnya pun harus merasakan bahagia atau enjoy,
agar pembimbingan dapat berjalan secara maksimal, Penilik PAUD harus mempu
mengkondisikan Guru PAUD bahagia sebelum melaksanakan pembimbingan.Guru PAUD
memiliki peranan dalam merancang kegiatan bermain yang nantinya akan dilakukan
anak dengan pendampingan orang tua. Jika Guru PAUD memiliki kondisi yang baik,
nyaman dan bahagia, maka kegiatan bermain yang dibuat pun akan menjadi ragam
main yang bermakna dan menyenangkan. Pemberian bekal pengetahuan dan wawasan
terkait pelaksanaan pembelajaran sejak menyusun rencana pembelajaran sampai
dengan penilaian menjadi langkah berikutnya. Pentingnya bermain yang bermakna
dan menyenangkan harus dipahami Guru PAUD, di mana dalam pelaksanaan Belajar
Dari Rumah (BDR) ragam main yang diberikan lebih mengutamakan proses bermainnya.
Dari proses tersebutlah, Guru PAUD dapat menganalisa perkembangan dari setiap
anak secara autentik.
Pada
tanggal 9 – 10 Juli 2020 yang lalu telah dilaksanakan Pengimbasan Bimbingan
Teknis Implementasi Belajar Dari Rumah (BDR) oleh penulis kepada Guru PAUD yang
mengajar di satuan PAUD non formal, yaitu KB/TPA/SPS. Pengimbasan dilaksanakan
secara dalam jaringan dengan Zoom Meeting.
Namun pengimbasan tersebut tidak bisa efektif dierima oleh semua Guru PAUD
dikarenakan kendala sinyal internet yang tidak stabil yang mengakibatkan materi
pengimbasan tidak dapat diserap secara maksimal. Mengingat kondisi saat ini
adalah pandemi Covid-19, maka konsep pembimbingan Si Baskara adalah pembimbingan yang dilaksanakan secara blended learning, yaitu memadukan
pembimbingan yang dilaksanakan secara tatap muka (luar jaringan) dengan
pembimbingan yang dilaksanakan secara virtual (dalam jaringan) dengan
menggunakan sarana komunikasi.
B. Implementasi
Strategi
Strategi
pembimbingan Si Baskara,
diimplementasikan dengan memperhatikan prosedur kerja yang dilaksanakan secara
bertahap dari awal perencanaan sampai dengan pelaporan. Keberhasilan
pelaksanaan pembimbingan terukur dengan adanya perbedaan hasil pelaksanaan
pembelajaran sebelum dan sesudah pembimbingan.
1.
Perencanaan
Perencanaan
merupakan kegiatan tahap awal yang dilakukan dengan mengidentifikasi
permasalahan yang dihadapi oleh Guru PAUD selama masa pandemi Covid-19. Yaitu
dengan melakukan komunikasi baik secara dalam jaringan maupun luar jaringan.
Dari identifikasi permasalahan tersebut, dijumpai beberapa hal yang menjadi penghambat
atau kendala dalam pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.
Permasalahan tersebut antara lain adalah:
a.
Kondisi
psikologi Guru PAUD yang dihadapkan pada situasi sulit setelah adanya pandemi
Covid-19.
b.
Kurangnya
pemahaman Guru PAUD dalam pelaksanaan pembelajaran selama pandemi Covid-19.
c.
Kurangnya
komunikasi yang efektif antara Guru PAUD dan orang tua murid sehingga
mengakibatkan hasil pembelajaran kurang maksimal.
Setelah identifikasi permasalahan, selanjutnya disusun
rancangan pembimbingan yang akan dilaksanakan. Dari identifikasi tersebut
dibuatlah rancangan pembimbingan yang akan dilakukan dengan memperhatikan
permasalahan yang terjadi. Dalam tugas kepenilikan, Pelaksanaan pembimbingan
seharusnya dilaksanakan setelah Penilik mengadakan penilaian dan analisa
pelaksanaan program satuan pendidikan. Namun dikarenakan dalam situasi pandemi
Covid-19 ini, pembimbingan dilakukan bersamaan dengan melaksanakan pemantauan.
Pembimbingan dilaksanakan secara berkelompok untuk efektifitas dan efisiensi keberhasilan
pembimbingan.
RANCANGAN PEMBIMBINGAN
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SATUAN PAUD
SELAMA PANDEMI COVID-19
|
No. |
Materi |
Kegiatan |
|
1 |
Motivasi dan Dukungan |
Memberikan motivasi, dukungan dan penguatan kepada Guru PAUD akibat
terdampak adanya pandemi Covid-19 |
|
2 |
Perencanaan Pembelajaran |
Pemahaman dalam penyusunan perencanaan pembelajaran selama pandemi
Covid-19 |
|
3 |
Komunikasi Positif Kepada Orang Tua |
Pemahaman kepada Guru PAUD tentang pentingnya komunikasi positif dalam
pelaksanaan pembelajaran selama pandemi Covid-19 |
|
4 |
Pelaksanaan Pembelajaran |
Pemahaman kepada Guru PAUD tentang pentingnya bermain yang menyenangkan
sebagai model pembelajaran selama pandemi Covid-19 |
|
5 |
Penilaian Pembelajaran |
Pemahaman kepada Guru PAUD tentang melaksanakan penilaian pembelajaran
selama pandemi Covid-19 |
2.
Pelaksanaan
Pembimbingan
dilaksanakan dengan mengunjungi di satuan PAUD yang sudah kita tetapkan menjadi
sasaran pembimbingan dengan memperhatikan kondisi daerah satuan PAUD berada.
Pelaksanaan pembimbingan dengan model blended
learning atau kombinasi antara moda dalam jaringan atau moda luar jaringan.
Menyesuaikan dengan kondisi daerah dan kesiapan guru PAUD. Jika satuan PAUD
berada dalam daerah yang berzona merah, maka pembimbingan dilaksanakan dengan
moda dalam jaringan dengan menggunakan Zoom
Meeting. Namun jika memungkinkan untuk daerah dapat dikunjungi, maka
pembimbingan dilaksanakan secarat tatap muka dengan memperhatikan protokol
kesehatan.
a.
Memberikan
motivasi, dukungan dan penguatan kepada Guru PAUD akibat terdampak adanya
pandemi Covid-19
Sejak
mewabahnya pandemi Covid-19, sangat terasa dampaknya. Tak luput Guru PAUD pun
juga mengalami dampak yang luar biasa. Kondisi keluarga para Guru PAUD yang
mengalami ketimpangan ekonomi dikarenakan ada beberapa suami dari mereka yang
berperan sebagai keluarga kehilangan pekerjaan. Kesejahteraan Guru PAUD pun
bisa dibilang masih jauh dari kata sejahtera. Namun, inilah yang menjadikan
kewajiban Penilik untuk memberikan motivasi, dukungan dan semangat untuk selalu
berkarya untuk anak bangsa. Yaitu dengan memberikan pelayanan pendidikan yang
baik kepada peserta didik. Pemberian dukungan tersebut dilakukan dengan cara
sebagai berikut:
1)
Memberikan
perhatian agar tidak merasa sendiri
2)
Menjadi
pendengar yang baik tanpa menghakimi, mencemooh dan menggurui.
3)
Memberikan
nasihat jika diperlukan, yang sifatnya positif dan menguatkan.
Kondisi Guru PAUD harus benar-benar baik, karena nantinya
Guru PAUD juga harus mampu melakukan kiat-kiat tersebut agar Guru PAUD dapat memberikan
pemahaman kepada orang tua bahwa emosi orang tua sangat berpengaruh terhadap
kemampuan mendampingi anak selama menghadapi pandemi Covid-19.
b.
Pemahaman
dalam penyusunan perencanaan pembelajaran selama pandemi Covid-19
Perencanaan pembelajaran
di masa pandemi Covid-19 telah diterbitkan pedomannya oleh Direktorat
Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Pemerintah
memprioritaskan kesehatan dan keselamatan Guru PAUD dengan memperingan beban
kerja dengan menyederhanakan administrasi pembelajaran. Perangkat pembelajaran
yang disusun selama pandemi Covid-19 adalah Program Semester (Prosem) dan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) saja. Sehingga tugas Guru PAUD
lebih ringan, namun tujuan pembelajaran tetap bisa tercapai. RPPM disusun oleh
guru dengan memahami Standat Tingkat Pencapaian Pertumbuhan Anak (STPPA),
Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), serta menetapkan materi
pembelajaran. RPPM disusun dengan memuat Kompetensi Dasar yang mencakup 6 aspek perkembangan, nilaia agama moral,
fisik motorik, kognitig, bahasa, sosial emosional dan seni. Langkah-langkah
dalam penyusunan RPPM adalah:
1)
Menetapkan
Kompetensi Dasar.
2)
Menuliskan
materi pembelajaran untuk setiap Kompetensi Dasar.
3)
Menyusun
kegiatan pembelajaran untuk 1 minggu.
Dalam menyusun kegiatan main, Guru PAUD harus
memperhatikan tentang ragam main yang diberikan. Ragam main yang diberikan
adlah ragam main yang mudah dipahami orang tua selaku fasilitator bermain di
rumah. Setelah Guru selesai menyusun RPPM, maka Guru menyusun kembali RPPM yang
disampaikan kepada orang tua dalam bentuk narasi yang mudah dipahami orang tua.
Guru PAUD dan orang tua memberikan kebebasan anak untuk memilih ragam main,
sehingga tidak ada paksaan kepada anak untuk melakukan kegiatan main. Anak
merdeka bermain dengan diberikan kesempatan memilih ragam main yang ingin
dimainkannya.
c.
Pemahaman
kepada Guru PAUD tentang pentingnya komunikasi positif dalam pelaksanaan
pembelajaran selama pandemi Covid-19.
Komunikasi
antara Guru PAUD dan orang tua murid sangatlah menentukan keberhasilan
pelaksanaan pembelajaran, karena selama pandemi Covid-19 peserta didik
melaksanakan pembelajaran dengan teknis Belajar Dari Rumah (BDR). Orang tua
menjadi pengganti Guru di rumah untuk membersamai anak bermain. Guru PAUD
memiliki peranan sebagai perancang kegiatan bermain, dan orang tua berperan
sebagai fasilitator dan pendamping anak di rumah. Komunikasi yang efektif dan
positif sangat dibutuhkan sebagai sarana penyampaian laporan kegiatan
d.
Pemahaman
kepada Guru PAUD tentang pentingnya bermain yang menyenangkan sebagai model
pembelajaran selama pandemi Covid-19
Kegiatan
bermain anak di rumah adalah berprinsip bermain yang menyenangkan, yaitu
bermain dengan menggunakan benda kongkrit sebagai bahan belajar yang memberikan
anak pengalaman langsung pada bahan belajar yang digunakan. Anak diberikan kesempatan
mengeksplorasi bahan main secara saintifik, sehingga anak dengan rasa keingin
tahuannya yang tinggi bisa tergugah. Anak tidak terbebani dengan pengerjaan
Lembar Kerja yang menuntut anak untuk berada di belakang meja yang mengekang
kreatifitas anak.
e.
Pemahaman
kepada Guru PAUD tentang melaksanakan penilaian pembelajaran selama pandemi
Covid-19
Penilaian
pembelajaran di masa pandemi Covid-19 dilaksanakan secara mingguan, berbeda
dengan penilaian sebelumnya yang dilakukan setiap hari. Analisa penilaian
dilakukan yaitu dengan mencermati dokumetasi yang dikirim oleh orang tua dalam
bentuk foto, video, maupun catatan singkat terkait kegiatan bermain anak di
rumah. Teknik penilaian check list, hasil karya dan catatan anekdot harus
dilakukan dan terangkum dalam 6 (enam) aspek perkembangan anak. Sedangkan untuk
pelaporan, Guru PAUD harus mampu menarasikan hasil perkembangan anak dengan
memberikan hasil yang autentik sesuai dengan pekembangannya. Pelaporan
diberikan dengan narasi perkembangan, narasi penguatan, dan narasi rekomendasi.
Laporan perkembangan disampaikan secara berkala.
Gambar 8. Pemahaman penilaian pembelajaran secara virtual
3.
Pelaporan
Pelaporan
dalam pelaksanaan pembimbingan menunjukkan dimana, siapa, kapan, apa dan
bagaimana pembimbingan dilaksanakan. Dari hsil pembimbingan bisa disimpulkan
sejauh mana pembimbingan dikatakan berhasil sesuai dengan tujuan apakah tidak.
Dari penetapan Guru PAUD yang akan menjadi sasaran pembimbingan, dengan analisa
laporan pembimbingan tentunya dapat memperlihatkan tingkat keberhasilan
pembimbingan. Pelaporan pembimbingan menjadi bukti keterlaksanaan pengendalian
mutu di bidang pembimbingan yang disampaikan kepada atasan sebagai bagian dari
tugas pokok dan fungsi Penilik PAUD.
LEMBAR PEMBIMBINGAN
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SATUAN PAUD
SELAMA PANDEMI COVID-19
Nama Satuan PAUD :
...............................................................
Alamat .............................................................
Responden :................................................................
|
No. |
Hari/Tanggal |
Materi |
Kegiatan |
Tanda Tangan |
|
1 |
|
Motivasi dan Dukungan |
Memberikan motivasi, dukungan dan penguatan kepada Guru PAUD akibat
terdampak adanya pandemi Covid-19 |
|
|
Perencanaan Pembelajaran |
Pemahaman dalam penyusunan perencanaan pembelajaran selama pandemi
Covid-19 |
|||
|
Komunikasi Positif Kepada Orang Tua |
Pemahaman kepada Guru PAUD tentang pentingnya komunikasi positif dalam
pelaksanaan pembelajaran selama pandemi Covid-19 |
|||
|
2 |
|
Pelaksanaan Pembelajaran |
Pemahaman kepada Guru PAUD tentang pentingnya bermain yang menyenangkan
sebagai model pembelajaran selama pandemi Covid-19 |
|
|
Penilaian Pembelajaran |
Pemahaman kepada Guru PAUD tentang melaksanakan penilaian pembelajaran
selama pandemi Covid-19 |
Dari
hasil pembimbingan, agar dapat diketahu ketercapaian pembimbingan maka perlu
kita buat skor ketercapaian. Ketercapaian pembimbingan dikonverikan dalam
bentuk skor atau nilai angka, sehingga dapat terukur capaian keberhasilan
pembimbingan. Hasil yang dicapai dalam penerapan strategi pembimbingan Si Baskara adalah dengan menganalisa
capaian pembimbingan dalam tabel skor seperti berikut:
|
Skore |
Indikator |
Skore |
||||||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
Guru PAUD mampu mengatasi kondisi sulit yang dihadapi
secara pribadi. |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
1 |
2 |
3 |
4 |
Guru PAUD mampu menyusun Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran Mingguan (RPPM) |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
1 |
2 |
3 |
4 |
Guru PAUD mampu menyusun kegiatan ragam main yang
mengutamakan merdeka bermain untuk anak dengan memberikan pilhan ragam main
yang bermakna dan menyenangkan. |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
1 |
2 |
3 |
4 |
Gutu PAUD mampu menyusun Narasi ragam kegiatan main
yang berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) yang sudah
dibuat dengan menggunakan bahasa yang komunikatif dan dapat dipahami orang
tua |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
1 |
2 |
3 |
4 |
Guru PAUD mampu melaksanakan penilaian pembelajaran di
masa pandemi Covid-19 dengan teknik checklist, hasil karya dan anekdot |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
1 |
2 |
3 |
4 |
Guru PAUD mampu menyusun laporan hasil perkembangan
anak yang disampaikan kepada orang tua. |
1 |
2 |
3 |
4 |
C. Hasil
Yang Dicapai Dalam Penerapan Strategi Pembimbingan
Penerapan
strategi pembingan Si Baskara
terbukti efektif dalam memberikan pemahaman kepada Guru PAUD bagaimana tahapan
pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan di masa pandemi Covid-19. Keberhasilan
pembimbingan ditandai dengan Guru PAUD dapat melaksanakan pembelajaran dengan
baik dibandingkan dengan sebelum dilakukan pembimbingan Si Baskara, yaitu pembelajaran yang dilaksanakan secara jarak jauh
atau BDR, dengan kerjasama yang baik antara Guru PAUD dan orang tua, sehingga
hasil perkembangan anak dapat tercapai.
LEMBAR PEMBIMBINGAN
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SATUAN PAUD
SELAMA PANDEMI COVID-19
Nama Satuan PAUD : KB Kusuma Jaya
Alamat : Dusun Rembes Desa Watuagung
Responden : Tri Wahyuningsih dan Suprapti
|
No. |
Hari/Tanggal |
Materi |
Kegiatan |
Tanda Tangan |
|
1 |
Senin, 14-09-2020 |
Motivasi dan Dukungan |
Memberikan motivasi, dukungan dan penguatan kepada Guru PAUD akibat
terdampak adanya pandemi Covid-19 |
|
|
Perencanaan Pembelajaran |
Pemahaman dalam penyusunan perencanaan pembelajaran selama pandemi
Covid-19 |
|||
|
Komunikasi Positif Kepada Orang Tua |
Pemahaman kepada Guru PAUD tentang pentingnya komunikasi positif dalam
pelaksanaan pembelajaran selama pandemi Covid-19 |
|||
|
2 |
Selasa, 22-09-2020 |
Pelaksanaan Pembelajaran |
Pemahaman kepada Guru PAUD tentang pentingnya bermain yang menyenangkan
sebagai model pembelajaran selama pandemi Covid-19 |
|
|
Penilaian Pembelajaran |
Pemahaman kepada Guru PAUD tentang melaksanakan penilaian pembelajaran
selama pandemi Covid-19 |
LEMBAR ANALISA PEMBIMBINGAN
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SATUAN PAUD
SELAMA PANDEMI COVID-19
|
KB Kusuma Jaya Desa Watuagung |
Suprapti |
||||||||
|
Skore |
Indikator |
Skore |
|||||||
|
1 |
|
3 |
4 |
Guru PAUD mampu mengatasi kondisi sulit yang dihadapi
secara pribadi. |
1 |
2 |
|
|
|
|
1 |
|
3 |
4 |
Guru PAUD mampu menyusun Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran Mingguan (RPPM) |
1 |
2 |
|
4 |
|
|
1 |
|
3 |
4 |
Guru PAUD mampu menyusun kegiatan ragam main yang
mengutamakan merdeka bermain untuk anak dengan memberikan pilhan ragam main
yang bermakna dan menyenangkan. |
1 |
2 |
|
4 |
|
|
1 |
|
3 |
4 |
Gutu PAUD mampu menyusun Narasi ragam kegiatan main
yang berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) yang sudah
dibuat dengan menggunakan bahasa yang komunikatif dan dapat dipahami orang
tua |
1 |
2 |
|
4 |
|
|
1 |
|
3 |
4 |
Guru PAUD mampu melaksanakan penilaian pembelajaran di
masa pandemi Covid-19 dengan teknik checklist, hasil karya dan anekdot |
1 |
2 |
|
4 |
|
|
1 |
|
3 |
4 |
Guru PAUD mampu menyusun laporan hasil perkembangan
anak yang disampaikan kepada orang tua. |
1 |
2 |
|
4 |
|
Analisa
Skor:
Sebelum
Pembimbingan Si Baskara = 13 x
100% = 54,16%
24
Setelah
Pembimbingan Si Baskara =
20 x
100% = 83,33%
24
|
KB Kusuma Jaya Desa Watuagung |
Tri Wahyuningsih |
||||||||
|
Skore |
Indikator |
Skore |
|||||||
|
|
2 |
3 |
4 |
Guru PAUD mampu mengatasi kondisi sulit yang dihadapi
secara pribadi. |
|
2 |
3 |
4 |
|
|
|
2 |
3 |
4 |
Guru PAUD mampu menyusun Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran Mingguan (RPPM) |
1 |
2 |
|
4 |
|
|
|
2 |
3 |
4 |
Guru PAUD mampu menyusun kegiatan ragam main yang
mengutamakan merdeka bermain untuk anak dengan memberikan pilhan ragam main
yang bermakna dan menyenangkan. |
|
2 |
3 |
4 |
|
|
1 |
|
3 |
4 |
Gutu PAUD mampu menyusun Narasi ragam kegiatan main
yang berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) yang sudah
dibuat dengan menggunakan bahasa yang komunikatif dan dapat dipahami orang
tua |
1 |
|
3 |
4 |
|
|
|
2 |
3 |
4 |
Guru PAUD mampu melaksanakan penilaian pembelajaran di
masa pandemi Covid-19 dengan teknik checklist, hasil karya dan anekdot |
1 |
2 |
|
4 |
|
|
|
2 |
3 |
4 |
Guru PAUD mampu menyusun laporan hasil perkembangan
anak yang disampaikan kepada orang tua. |
1 |
2 |
|
4 |
|
Analisa
Skor:
Sebelum
Pembimbingan Si Baskara = 9 x
100% = 37,50%
24
Setelah
Pembimbingan Si Baskara =
17 x
100% = 70,83%
24
Kesimpulan :
1.
Sdr.i
Suprapti sebelum pembimbingan Si Baskara,
sudah mampu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM), namun
ragam main yang diberikan belum memberikan kegiatan main yang menyenangkan.
Setelah mengikuti pembimbingan, Sdr.i Suprapti menunjukkan bahwa beliau mampu
menyusun RPPM yang memberikan ragam main yang bermakna dan mudah dipahami orang
tua. Selain itu, beliau juga mampu membuat RPPM yang dikemas menjadi video yang
disampaikan ke orang tua agar ragam main lebih mudah dipahami orang tua.
Contoh
dokumentasi RPPM video bisa dilihat di https://yuotu.be/ezpe9a8THiU
2.
Sdr.i
Tri Wahyuningsih sebelum pembimbingan Si
Baskara, kondisinya sangat terpukul karena di saat pandemi Covid-19,
pendapatan suaminya sebagai penjual menurun, sehingga konsentrasi dalam
melaksanakan tugasnya sebagai Guru PAUD berkurang. Beliau juga belum mampu
menyusun laporan perkembangan anak. Setelah pembimbingan, Sdr.i Tri
Wahyuningsih sudah mulai mampu menata hati dan lebih berkonsentrasi dalam
melaksanakan pembelajaran secara jarak jauh.
Dari hasil pembimbingan Si Baskara, di KB Kusuma Jaya Desa Watuagung Kecamatan Tuntang, keefektifan
pembimbingan bisa terukur dengan adanya peningkatan prosentase hasil
pembimbingan yang signifikan dari pada kondisi sebelum pembimbingan
dilaksanakan.
D. Dampak
Penerapan Strategi
1.
Pendidik
a.
Guru
PAUD mampu mengatasi situasi yang berbeda.
Guru PAUD
mampu menerima dan menghadapi kondisi yang tidak sama dengan kondisi sebelum
adanya pandemi Covid-19. Guru PAUD juga mampu memberikan dukungan dan motivasi
kepada orang tua wali murid yang terkena dampak adanya pandemi. Saling
menguatkan antara Guru PAUD dan orang tua dalam memberikan pembelajaran anak
agar tumbuh kembang anak tetap dapat terpantau dengan baik
b.
Guru
PAUD mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik.
Guru PAUD
mampu melaksanakan proses pembelajaran di masa pandemi Covid-19 secara dalam
jaringan dengan baik. Dengan diawali menyusun perencanaan pembelajaran
mingguan, dan dapat menyampaikan rencana kegiatan bermain tersebut kepada orang
tua dengan menggunakan narasi positif yang mudah dipahami orang tua. Ragam main
yang diberikan oleh Guru PAUD sudah memperlihatkan ragam main yang bermakna dan
menyenangkan untuk anak.
2.
Peserta
Didik dan Orang Tua
a.
Peserta
didik di masa pandemi Covid-19 tetap terpantau pertumbuhan dan perkembangannya
dengan merdeka dalam bermain, yaitu dengan memberikan kebebasan dalam memilih
ragam main yang disedikan oleh Guru PAUD, sehingga dapat memacu rasa ingin tahu
dan ingin mencoba dengan suatu hal yang baru.
b.
Orang
tua adalah pengganti “Guru” di rumah yang berperan sebagai fasilitator kegiatan
bermain di rumah dapat melaksanakan ragam main yang diberikan guru sesuai
dengan capaian perkembangannya. Keterlibatan orang tua dalam kegiatan bermain
di rumah selama Covid-19 akan memiliki hubungan batin yang lebih kuat kepada
anak.
3.
Lembaga
Kepercayaan
masyarakat terhadap pelayanan PAUD semakin meningkat dengan ditandai semakin
bertambah jumlah peserta didiknya karena mutu dan kualitas hasil pembelajaran
yang semakin baik.
E. Kendala
dan Solusi
Kendala
yang dihadapi dalam penerapan strategi pembimbingan Si Baskara antara lain:
1.
Pelaksanaan
pembimbingan yang dilaksanakan bersamaan dengan pemantauan yang sudah terjadwal
menjadi tidak teratur karena Penilik masih diberi sampiran tugas untuk membina
secara kelembagaan untuk PAUD formal (TK).
2.
Kondisi
pandemi yang dinamis penyebarannya, setiap satuan PAUD yang di daerahnya ada
yang terpapar Covid-19, maka daerah menutup kunjungan atau lock down.
3.
Ada
beberapa lembaga yang selama pandemi Covid-19, tidak menarik iuran wali murid,
dikarenakan banyak orang tua yang tidak mampu untuk membayar iuran sekolah.
Sedangkan
solusi yang diambil untuk mengatasi kendala yang dihadapi dalam penerapan
strategi pembimbingan Si Baskara
adalah sebagai berikut:
1.
Mengkoordinasikan
dengan Ketua Korwilcam Bidang Pendidikan untuk pelaksanaan tugas ke-TK-an
bersama Pengawas TK/SD
2.
Mengkoordinasikan
kembali jadwal pembimbingan kepada Guru PAUD dengan menjadwal ulang
pembimbingan ketika kondisi daerah aman untuk dikunjungi.
3.
Lembaga
diusulkan Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini
(BOP-PAUD).
F. Faktor-faktor
Pendukung
Faktor-faktor yang
mendukung dalam penerapan strategi pembimbingan Si Baskara antara lain:
1.
Keingiinan
yang kuat dari Guru PAUD untuk belajar dan berupaya meningkatkan
kompetensinya., dengan menerapkan pembelajaran sepanjang hayat atau long life education.
2.
Kepedulian
masyarakat dalam hal ini adalah Pemerintah Desa yang mendukung pelaksanaan
pembelajaran di beberapa PAUD dengan memberikan fasilitas Wi-Fi sehingga mendukung proses pembelajaran PAUD secara dalam
jaringan.
3.
Dukungan
dari Pemerintah Desa di beberapa satuan PAUD yang masih menganggarkan transport
untuk Guru PAUD atau pengadaan bahan pembelajaran habis pakai
4.
Dukungan
dari Pemerintah Kabupaten Semarang yang masih menganggarkan bantuan
kesejahteraan untuk Guru PAUD selama pandemi Covid-19.
5.
Dukungan
dari Pemerintah Pusat yang memberikan Bantuan Operasional Penyelenggaraan
Pendidikan Anak Usia Dini (BOP-PAUD) sehingga pelaksanaan pembelajaran selama
pandemi Covid-19 dapat terlaksana dengan baik.
G. Rencana
Pengembangan
Rencana
pengembangan yang akan dilaksanakan setelah dilaksanakannya penerapan strategi
pembimbingan Si Baskara antara lain
sebagai berikut:
1.
Bekerja
sama dengan organisasi mitra Himpaudi Kec. Tuntang dalam pemantauan pelaksanaan
pembelajaran jarak jauh atau Belajar Dari Rumah (BDR) di satuan PAUD.
2.
Mensosialisasikan
strategi pembimbingan Si Baskara kepada
Penilik PAUD
yang ada di Kab. Semarang
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.
Konsep
strategi pembimbingan dengan Si Baskara
untuk meningkatkan mutu dan kualitas layanan satuan PAUD di masa Pandemi
Covid-19 adalah dengan mengutamakan kondisi Guru PAUD yang nyaman dan bahagia
dengan memberikan dukungan dan motivasi secara menyeluruh sehingga Guru PAUD
dapat berkarya dengan baik.
2.
Implementasi
strategi pembimbingan Si Baskara
untuk meningkatkan mutu dan kualitas layanan satuan PAUD di masa Pandemi
Covid-19 adalah dengan menerapkan tahapan prosedur yang diawali dengan
perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan. Perencanaan dilakukan dengan
mengidentifikasi kondisi awal Guru PAUD dan membuat rancangan pembimbingan.
Selanjutnya tahap pelaksanaan dengan memberikan dukungan dan motivasi Guru
PAUD, memberikan pemahaman tentang perencanaan pembelajaran di masa pandemi
Covid-19, pemahaman tentang pentingnya komunikasi yang positif dengan orang
tua, pemahaman tentang pentingnya bermain yang bermakna, dan pemahaman
penilaian. Dan tahap terakhir adalah pelaporan yang disusun untuk hasil
pembimbingan,
3.
Hasil
yang dicapai dari penerapan strategi pembimbingan Si Baskara untuk meningkatkan mutu dan kualitas layanan satuan PAUD
di masa Pandemi Covid-19 antara lain adalah dengan meningkatnya secara
signifikan kemampuan Guru PAUD dalam mengatasi masa sulit yang dihadapinya,
meningkatnya kemampuan Guru PAUD dalam menyusun perangkat pembelajaran di masa
pandemi Covid-19.
4.
Dampak
dari penerapan strategi pembimbingan Si
Baskara untuk meningkatkan mutu dan kualitas layanan satuan PAUD di masa Pandemi
Covid-19 antar lain:
a.
Untuk
Guru PAUD, lebih mampu mengatasi situasi sulit yang dihadapi dan mampu menyusun
perangkat pembelajaran jarak jauh selama pandemi dan mampu
b.
Untuk
peserta didik dan orang tua, terfasilitasi ragam main di rumah yang sesuai dengan
tahapan usianya dan hubungan batin atara anak dan orang tua semakin dekat.
c.
Untuk
lembaga, kepercayaan penyelenggaraan pendidikan anak usia dini semakin
meningkat dengan bertambahnya peserta didik.
5.
Kendala
yang dihadapi dalam penerapan strategi pembimbingan Si Baskara untuk meningkatkan mutu dan kualitas layanan satuan PAUD
di masa Pandemi Covid-19 adalah pelaksanaan pembimbingan yang dilaksanakan
bersamaan dengan pemantauan yang sudah terjadwal menjadi tidak teratur karena
Penilik masih diberi sampiran tugas untuk membina secara kelembagaan untuk PAUD
formal (TK). Solusinya adalah dengan mengkoordinasikan dengan Ketua Korwilcam
Bidang Pendidikan untuk pelaksanaan tugas ke-TK-an bersama Pengawas TK/SD. Kendala
berikutnya adalah karena kondisi pandemi yang dinamis penyebarannya, setiap
satuan PAUD yang di daerahnya ada yang terpapar Covid-19, maka daerah menutup
kunjungan atau lock down. Sedangkan
untuk solusinya adalah mengkoordinasikan kembali jadwal pembimbingan kepada
Guru PAUD dengan menjadwal ulang pembimbingan ketika kondisi daerah aman untuk
dikunjungi.
6.
Faktor
yang mendukung penerapan strategi pembimbingan Si Baskara untuk meningkatkan mutu dan kualitas layanan satuan PAUD
di masa Pandemi Covid-19 antara lain dukungan dari Pemerintah Desa, Pemerintah
Kabupaten dan Pemerintah Pusat kepada satuan PAUD dalam pelaksanaan
pembelajaran di masa pandemi Covid-19.
7.
Rencana
pengembangan yang bisa dilakukan untuk penerapan strategi pembimbingan Si Baskara untuk meningkatkan mutu dan
kualitas layanan satuan PAUD di masa Pandemi Covid-19 adalah bekerja sama
dengan organisasi mitra Himmpaudi dalam pemantauan pelaksanaan BDR dan
mensosialisasikan strategi pembimbingan Si
Baskara kepada Penilik PAUD se-Kab. Semarang.
B. Tindak
Lanjut
1.
Bekerja
sama dengan organisasi mitra Himpaudi Kec. Tuntang dalam pemantauan pelaksanaan
pembelajaran jarak jauh atau Belajar Dari Rumah (BDR) di satuan PAUD.
2.
Mensosialisasikan
strategi pembimbingan Si Baskara kepada
Penilik PAUD
yang ada di Kab.
Semarang.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar