Minggu, 26 April 2015

KUSIR DUKAR

KUSIR DUKAR

Diskusi Bergilir 
Sambil Duduk Melingkar


BAB  I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Pembimbingan merupakan salah satu dari beberapa tugas pokok dan fungsi seorang Penilik PAUD. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 38 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya disebutkan bahwa memberikan bimbingan adalah kegiatan mengarahkan dan memberi petunjuk kepada pendidik dan tenaga kependidikan PAUDNI tentang penyelenggaraan program PAUDNI agar lebih efektif dan efisien. Pembimbingan merupakan suatu proses kegiatan terencana dan sistematis untuk memberikan tuntunan dan petunjuk guna mengembangkan kemajuan sasaran yang dibimbingnya agar memiliki sikap, keterampilan dan pengetahuan sesuai dengan perannya. Pembimbingan dilakukan setelah kegiatan pemantauan dan analisis pemantauan selesai dilakukan. Tujuan dari pembimbingan adalah                   1) Membangkitkan dan menumbuh kembangkan kemauan; 2) Memotivasi dan membina dalam melaksanakan azas saling membelajarkan;                      3) Memberikan informasi yang memerlukan keterampilan fungsional;            4) Membantu untuk mengerti tentang hubungan masalah yang dihadapi maupun yang akan datang; 5) Membantu memecahkan masalah yang dihadapinya; 6) Membantu terlaksananya koordinasi, integrasi dan sinkronisasi.
Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)  akan terselenggara dengan baik jika didukung oleh beberapa komponen, antara lain adalah tempat belajar yang layak, sarana prasarana yang memadai, pendidik dan tenaga kependidikan yang memenuhi, alat permainan edukatif yang tersedia dan sesuai dengan tingkat perkembangan anak, serta dukungan masyarakat. Namun pada kenyataan yang ada di lapangan, bahwasannya dari beberapa komponen tersebut keadaannya masih jauh dari kata layak. Tempat belajar dan sarana prasana yang masih bersifat seadanya, pendidik dan tenaga kependidikan yang kualifikasi pendidikannya masih ada yang tidak memenuhi standar, alat permainan edukatif yang jumlahnya tidak sesuai dengan jumlah anak, serta dukungan masyarakat yang masih kurang. Hal ini mengakibatkan mutu dan kualitas kegiatan belajar mengajar menjadi tidak tercapai. Namun dengan segala keterbatasan yang ada, mutu dan kualitas kegiatan belajar mengajar bisa ditunjang dari komponen pendidik dan tenaga kependidikannya, dalam hal ini adalah pendidik PAUD. Dengan memaksimalkan potensi dan kompetensi pendidik PAUD, maka mutu dan kualitas kegiatan belajar mengajar bisa tercapai.
Dalam pelaksanaan program PAUD di lapangan, banyak pendidik PAUD yang mengalami permasalahan dalam pelaksanaan program, diantaranya dalam pelaksanaan proses belajar mengajar sehingga  membutuhkan teknik pembimbingan yang efektif sehingga dapat meningkatkan mutu kegiatan belajar mengajar di satuan lembaga PAUD. Di tempat penulis bekerja, keadaan tahun 2014 berdasarkan hasil pemantauan, terselenggara 22 lembaga PAUD dengan keadaan dan kondisi tempat pembelajaran yang berbeda-beda. Jumlah pendidik PAUD yang ada adalah sejumlah 63 orang dengan latar belakang pendidikan yang dimiliki begitu beragam pula. Gambaran mengenai jumlah pendidik PAUD yang ada di Kecamatan Tuntang bisa dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 1. Keadaan Pendidik PAUD Kecamatan Tuntang
No.
Nama Lembaga
Jenis Kelamin
Pendidikan
Bantuan Kesra
L
P
SMP
SMA
Dip
S1/S2
Dapat
Tidak
1
PAUD Lestari
1
3

3

1
3
1
2
PAUD Asa Bunda

4


2
2
4

3
PAUD Mutiara Bangsa

4

2
1
1
2
2
4
PAUD Kusuma Jaya
1
3

2

2
4

5
PAUD Kasih Ummi

5
1
3

1
4
1
6
PAUD IT Permata Hati

4

3
1

2
2
7
PAUD Al Amin

2

2


2

8
PAUD Al Ihsan

3

1
1
1
3

9
PAUD Sultan Agung

2

2


2

10
PAUD Kusuma Jaya 2

3
1
2


1
2
11
PAUD Cahaya Hati

3

3


2
1
12
PAUD Tunas Tlogo

2

2


1
1
13
PAUD Melati

1

1


1

14
PAUD Bina Choir
1
4
1
4


1
4
15
PAUD Az Zahra

2

2



2
16
PAUD Nusa Indah

4

4



4
17
PAUD Melati Bangsa

2

1

1
2

18
PAUD Qurrota ‘Ayun

1

1


1

19
PAUD Kasih Ibu

1

1



1
20
PAUD Assalam

1

1



1
21
POS PAUD Mutiara Bunda
1
2
1
2


3

22
POS PAUD Baittul Muttaqin

3

3


1
2
JUMLAH
4
59
4
45
5
9
38
24
           
Sedangkan keadaan sarana prasana dan kepemilikan alat permainan edukatif (APE) di setiap lembaga PAUD dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 2. Kondisi Kepemilikan Sarana Prasarana dan Ketersediaan APE
No
Nama Lembaga
Sarana Prasana
APE Luar
APE Dalam
Prosotam
Mangkok Putar
Ayunan
Jungkat jungkit
Balok
Boneka
Alat Musik
Binatang
1
PAUD Lestari
CL
1


1
1
8
2
8
2
PAUD Asa Bunda
L
1
1
1
1
1
14
8
14
3
PAUD Mutiara Bangsa
CL
1
1
1
1
1
10
2
10
4
PAUD Kusuma Jaya
CL
1
1

1
1
16
6
16
5
PAUD Kasih Ummi
KL


1

1
8
4
8
6
PAUD IT Permata Hati
CL
1


1
1
6
2
6
7
PAUD Al Amin
CL
1
1
1
1
1
5
2
5
8
PAUD Al Ihsan
KL
1



1
2
1
2
9
PAUD Sultan Agung
CL
1

1

1
2
4
2
10
PAUD Kusuma Jaya 2
KL
1



1
2
2
2
11
PAUD Cahaya Hati
L
1
1
1
1
1
10
3
10
12
PAUD Tunas Tlogo
L
1
1
1
1
1
8
6
8
13
PAUD Melati
KL

1


1
2
2
2
14
PAUD Bina Choir
KL
1
1


1
2
1
2
15
PAUD Az Zahra
CL
1

1

1
4
4
4
16
PAUD Nusa Indah
KL


1

1
5
4
5
17
PAUD Melati Bangsa
KL

1

1
1
3
1
3
18
PAUD Qurrota ‘Ayun
KL
1



1
4
1
4
19
PAUD Kasih Ibu
KL
1



1
2
1
2
20
PAUD Assalam
KL
1


1
1
2
1
2
21
POS PAUD Mutiara Bunda
KL
1

1

1
3
1
3
22
POS PAUD Baittul Muttaqin
CL
1
1


1
2
2
2
Keterangan:
L              :  Lengkap                   :  3 lembaga          
CL           : Cukup Lengkap        :  8 lembaga
KL           : Kurang Lengkap       : 11 lembaga

 Dari kedua tabel di atas, masih tampak bahwa Pendidik PAUD rata-rata masih berpendidikan SMA atau sederajat. Hal ini sangat berpengaruh terhadap sumber daya manusia yang ada, karena mutu dari sebuah proses belajar mengajar pada satuan lembaga PAUD salah satunya sangat bergantung pada kompetensi pendidiknya. Kompetensi pendidik merupakan salah satu dari beberapa syarat yang harus dimiliki oleh seorang Pendidik PAUD, yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, kompetensi pedagogik dan kompetensi sosial. Sedangkan kualifikasi akademik seorang pendidik PAUD, menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003, menyebutkan bahwa standar pendidikan seorang Pendidik PAUD adalah S1 Pendidikan Guru PAUD, dan minimal terendah SMA atau sederajat. Namun masih ditemukan pendidik PAUD yang masih berpendidikan SMP. Hal ini yang menjadi salah satu prioritas sasaran pembimbingan yang harus dicarikan solusi penyelesaiannya.   Pada kepemilikan sarana prasarana dan ketersediaan APE dari 22 lembaga, terdapat 3 lembaga yang Lengkap, 8 lembaga yang Cukup Lengkap dan 11 lembaga yang masih Kurang Lengkap. Dari sekian lembaga PAUD yang masuk dalam kriteria Kurang Lengkap inilah yang menjadi prioritas sasaran pembimbingan berikutnya. Dengan adanya dua prioritas sasaran pembimbingan tersebut, penulis mengambil langkah teknik pembimbingan yang mencakup pada dua hal tersebut, yaitu menjadikan pendidik PAUD sebagai sasaran utama pembimbingan dengan mengembangkan seluruh potensi dan kompetensi Pendidik PAUD agar dapat mengatasi keterbatasan sarana prasarana dan APE yang dimiliki lembaga. Masih banyak lembaga PAUD yang masih beranggapan bahwa lembaga akan memiliki APE bila mana lembaga tersebut mendapatkan bantuan. Bahkan dengan jumlah APE yang terbatas, tidak diimbangi dengan perawatan dan pemeliharaan sehingga APE yang dimiliki cepat rusak dan jumlahnya semakin berkurang. Di sinilah peran Pendidik PAUD sangat penting dalam menjaga, merawat bahkan pendidik dituntut secara kreatif dan inovatif untuk dapat membuat APE yang dapat dijadikan bahan belajar. Sehingga  tujuan yang diharapkan, yaitu membimbing dan membina anak usia dini usia 0 sampai dengan 6 tahun dengan memberikan rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut dapat tercapai. Minimnya sumber daya manusia dari pendidik PAUD dengan ketidak siapan dalam melaksanakan proses belajar mengajar, serta kurangnya ketersediaan APE pada sebuah lembaga sangat berpengaruh pada mutu proses kegiatan belajar mengajar. Dari uraian di atas, penulis terinspirasi untuk melakukan pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR” yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam belajar mengajar sehingga dapat meningkatkan mutu dan kualitas kegiatan belajar mengajar pada satuan lembaga PAUD tersebut.
“KUSIR DUKAR” merupakan akronim dari Diskusi Bergilir Sambil Duduk Melingkar, yaitu teknik pembimbingan yang dilakukan kepada pendidik PAUD pada suatu kelompok dengan melakukan diskusi secara bergiliran dan dilakukan dengan posisi duduk berdekatan membentuk sebuah lingkaran. Menurut filosofi bahasa Jawa, kusir diartikan seorang pengendali andong, namun dalam karya nyata ini  kusir diibaratkan seorang penilik PAUD, yaitu seseorang yang bertugas sebagai pengendali mutu program. Sedangkan filosofi dukar, yang kami ibaratkan dokar, adalah sebuah alat transportasi yang ditarik oleh kuda, dalam karya nyata ini diartikan wadah lembaga-lembaga PAUD mengikuti arahan atau gerakan dari pengendali mutu program.  Teknik  adalah menunjukkan hubungan kerukunan dan musyawarah antara peserta diskusi. Teknik pembimbingan ini lebih menekankan pada pembimbingan perorangan yang dilakukan secara bergiliran dalam suatu kelompok dengan posisi duduk melingkar melalui penyampaian masalah yang diselesaikan dengan cara diskusi atau musyawarah.

B.       Rumusan Masalah
Permasalahan yang akan dibahas adalah sebagai berikut:
1.      Bagaimanakah prosedur pelaksanaan pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR”?
2.      Bagaimanakah hasil pelaksanaan pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR”?
3.      Faktor apa sajakah yang mendukung dan yang menghambat pelaksanaan pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR”?
4.      Bagaimanakah perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR”?

C.      Tujuan
Tujuan dalam pembahasan ini adalah sebagai berikut:
1.      Mendiskripsikan prosedur pelaksanaan pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR”.
2.      Mendiskripsikan hasil pelaksanaan pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR”.
3.      Mendiskripsikan faktor yang mendukung dan yang menghambat pelaksanaan pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR”.
4.      Mendiskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR”.

D.      Strategi Pemecahan Masalah
1.      Alasan Pemilihan Strategi
           Teknik pembimbingan “KUSIR DUKAR” merupakan teknik pembimbingan yang efektif dan efisien, karena dalam waktu yang sudah direncanakan dapat berhasil dilakukan dan pelaksanaannya bisa dilakukan dimana pun tanpa mengeluarkan biaya yang besar. Teknik ini juga nyaman untuk pendidik PAUD karena dilakukan dengan cara berdiskusi secara bergiliran sehingga hasil pembimbingan dengan sasaran perorangan bisa tercapai. Diskusi dilakukan secara bergiliran dalam suatu kelompok dengan mengutamakan prioritas sasaran pembimbingan. Diskusi dilakukan dengan posisi duduk melingkar adalah diskusi yang dapat membuat peserta diskusi merasa nyaman dan lepas dalam menyampaikan segala permasalahan yang dihadapi selama mengajar. Dengan diskusi, secara otomatis antara pemimpin diskusi dan peserta diskusi, yaitu penilik PAUD dan pendidik PAUD terjadi eye contact atau kontak mata dalam pelaksanaan diskusi sehingga tidak bersifat monoton dan dapat berlangsung dinamis. Keterlibatan pendidik PAUD yang lain dalam diskusi juga akan memberikan dukungan kepada sasaran pembimbingan baik secara emosional maupun dalam berbagi ilmu pengetahuan.
2.      Deskripsi Strategi
           Pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR” dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu:
a.       identifikasi pendidik PAUD;
b.      prioritas sasaran pembimbingan;
c.       pembuatan rancangan pembimbingan;
d.      pelaksanaan bimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR”;
e.       pembuatan laporan hasil pembimbingan.
Pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR” lebih menitik beratkan kepada pelaksanaan pembimbingan dengan sasaran perorangan.

Gambar. 1. Alur pelaksanaan pembimbingan
dengan teknik “KUSIR DUKAR”

           Pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR” dilakukan di lembaga PAUD masing-masing dengan mengoptimalkan komponen pendukung penyelenggaraan yang ada. Dalam pelaksanaan diskusi bergilir ini, antar pendidik PAUD secara bergantian saling menggali potensi masing-masing dan saling berusaha meningkatkan kompetensinya. Keterbukaan dalam mengutarakan permasalahan yang dihadapi dan sikap menerima masukan dari peserta diskusi sangatlah dibutuhkan. Pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR” berorientasi kepada pembelajaran untuk orang dewasa sehingga membutuhkan perhatian yang lebih dalam pelaksanaan bimbingan. Diskusi dimulai dengan mengambil posisi duduk berdekatan membentuk lingkaran. Diskusi dilaksanakan dengan suasana yang nyaman dengan maksud agar peserta diskusi dapat mencurahkan isi hatinya dengan leluasa. Interaksi dari semua peserta diskusi menjadikan diskusi tidak monoton karena akan bersifat membosankan. Peranan peserta diskusi, yaitu penilik PAUD dan pendidik PAUD, akan menentukan keberhasilan dalam pelaksanaan pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR” ini.



BAB  II
PEMBAHASAN

Penyelenggaraan program PAUD di tempat penulis bekerja sampai dengan saat ini yang mencapai jumlah sebanyak 22 lembaga. Hal ini membuktikan bahwa sosialisasi program PAUD baik dari UPTD Pendidikan maupun dari organisasi masyarakat seperti PKK melalui BKB (Bina Keluarga Balita) atau Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) sudah terlaksana dengan baik. Dengan sosialisasi tersebut, terbukti bahwa minat masyarakat dalam hal ini orang tua yang memiliki anak sasaran PAUD mengikut sertakan anaknya dalam kegiatan PAUD yang ada di lingkungannya. Namun dengan banyaknya berdiri PAUD belum diikuti dengan pemberian mutu layanan yang baik, sehingga dibutuhkan pembimbingan kepada pendidik PAUD agar mutu kegiatan belajar mengajar pada satuan lembaga dapat terwujud.

A.      Prosedur Kegiatan Pembimbingan Dengan Teknik “KUSIR DUKAR”
1.      Identifikasi Pendidik PAUD
Identifikasi Pendidik PAUD telah dilaksanakan pada kegiatan pemantauan program dan telah masuk pada laporan pemantauan program. Dari laporan pemantauan program tersebut, telah dilaksanakan analisis pemantauan yang pada akhirnya akan dilakukan penilaian pelaksanaan program sebuah lembaga. Hasil dari penilaian pelaksanaan program tersebut akan memperlihatkan seberapa jauh hasil pelaksanaan program yang telah berjalan. Kemudian akan nampak yang dijadikan bahan pembimbingan, mana yang sudah memenuhi dan mana yang masih membutuhkan bimbingan. Identifikasi Pendidik PAUD dalam rangka pelaksanaan kegiatan pembimbingan dilakukan dengan menelaah kembali hasil pelaksanaan program PAUD.

Gambar 2. Identifikasi Pendidik PAUD

2.      Prioritas Sasaran Pembimbingan
Prioritas sasaran pembimbingan ini adalah berdasar kepada identifikasi yang sudah dilakukan. Dari beberapa komponen penyelenggaraan program PAUD, pendidik PAUD merupakan sasaran prioritas yang pertama. Pendidik PAUD yang masih memiliki kualifikasi SMP, pada hasil penilaian pelaksanaan program, pendidik PAUD yang masih berpendidikan SMP masih belum memenuhi kompetensinya sebagai pendidik PAUD. Prioritas berikutnya adalah pendidik PAUD yang lembaganya masih memiliki sarana prasarana dan ketersediaan APE yang memadai. Hal inilah yang menjadi prioritas sasaran pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR”, yaitu memberdayakan peranan pendidik PAUD dalam meningkatkan mutu kegiatan belajar mengajar di tengah keterbatasan yang dimiliki lembaga.
3.      Pembuatan Rancangan Pembimbingan
Rancangan pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR”  dibuat untuk mengatur pelaksanaan pembimbingan dengan mencakup kapan dilaksanakan pembimbingan, aspek kompetensi dan materi apa yag akan diberikan. Pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR” membutuhkan waktu kurang lebih 10 kali pertemuan dengan lama pembimbingan 4 jam setiap pertemuan. Pembimbingan dilakukan secara terjadwal dan berkelanjutan untuk sasaran pembimbingan sehingga hasil pembimbingan bisa berhasil efektif.
4.      Pelaksanaan Pembimbingan
Pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR” merupakan pembimbingan dengan sasaran perorangan yang dilakukan dengan diskusi secara bergiliran dalam suatu kelompok dalam posisi duduk berdekatan membentuk lingkaran. Dalam pelaksanaan pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR”, kami lebih menekankan pada pembimbingan yang bersifat santai namun tetap mengacu pada hasil pembimbingan. Jadi, dalam pelaksanaan pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR” peranan penilik PAUD sebagai pemberi arah bagi pelaksanaan program begitu penting, baik sebagai pimpinan diskusi, fasilitator maupun mediator dalam diskusi. Penilik PAUD dituntut untuk lebih memahami karakter para peserta diskusi serta memahami kondisi lembaga PAUD yang dibinanya.
Pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR” diawali dengan dikumpulkannya semua pendidik yang ada. Kemudian Penilik PAUD dan Pendidik PAUD mengambil posisi duduk. Posisi duduk merupakan posisi yang nyaman dalam melakukan diskusi, karena dengan posisi ini Pendidik PAUD yang menjadi sasaran pembimbingan akan merasa nyaman dan lebih terbuka dalam menyampaikan permasalahan yang dihadapi. Posisi duduk berdekatan dengan menyerupai bentuk lingkaran dilakukan dengan tujuan agar para peserta diskusi dapat saling bertatap muka dalam melakukan diskusi. Pelaksanaan pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR” ini, ada beberapa keunggulannya, antara lain:
a.       Pembimbingan dilakukan layaknya  memberikan pembelajaran kepada sasaran orang dewasa, dimana mereka tidak begitu suka dengan kegiatan yang bersifat monoton atau hanya menonton saja.
b.      Suasana diciptakan senyaman dan serileks mungkin sehingga memberikan keleluasaan kepada pendidik PAUD dalam menyampaikan keluhan yang dihadapinya.
c.       Diskusi diselingi dengan cerita atau peristiwa yang lucu yang pernah dialami bersama agar jika terjadi suasana yang kurang nyaman.
d.      Peserta diskusi menunjukkan sikap kepedulian dengan masalah yang dihadapi oleh sasaran pembimbingan seolah-olah kita berada dalam lingkungan mereka.
e.       Menggiatkan kehadiran pendidik PAUD yang lain untuk ikut memberikan masukan atau saran baik kepada pendidik PAUD yang menjadi sasaran pembimbingan maupun masukan dalam pelaksanaan program.
f.       Menggali potensi dan kompetensi pendidik PAUD dengan memberikan umpan-umpan pertanyaan atau pembicaraan mengenai kearifan lokal yang ada di lingkungan sekitar lembaga PAUD.

Gambar. 3. Teknik Pembimbingan KUSIR DUKAR

Pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR” dilakukan di lembaga masing-masing dengan mengarah kepada perorangan namun pendidik yang lain tetap berada di ruangan. Sehingga pendidik yang menjadi sasaran pembimbingan akan mendapatkan dukungan semangat dari pendidik yang lain. Karena secara tidak langsung, kehadiran orang lain dalam pelaksanaan pembimbingan akan memberikan energi positif kepada orang yang menjadi sasaran pembimbingan. Pembimbingan dilakukan baik dengan pengamatan pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung dan dilanjutkan diskusi setelah kegiatan belajar mengajar selesai.
Pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR” yang telah dilaksanakan, menjadikan pendidik PAUD menjadi sasaran utamanya. Dengan menitikberatkan kepada sasaran perorangan, dan yang menjadi tujuan utama adalah untuk meningkatkan kompetensi dari seorang pendidik PAUD. Dari sejak pertama dilaksanakannya pembimbingan ini, rata-rata pendidik PAUD memiliki kekurangan yang hampir sama di setiap kompetensinya, antara lain:
1)         Kompetensi kepribadian
a)      belum bisa menerima masukan atau saran dari pendidik PAUD yang lain
b)      sering terjadi kesenjangan dengan pendidik PAUD yang lain
c)      pada saat mengajar, sering menggunakan nada bicara yang tinggi dan kurang lembut.
d)     kedatangannya sering terlambat
2)         Kompetensi profesional
a)      belum mampu mencermati tingkat pencapaian perkembangan peserta didik
b)      belum mampu menggunakan atau memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran
c)      belum mampu memanfaatkan bahan alam atau bahan daur ulang untuk bisa dijadikan media pembelajaran.
d)     belum mampu memanfaatkan sampah atau bahan daur ulang menjadi media pembelajaran
e)      belum mampu mengangkat kearifan lokal lingkungan setempat menjadi media pembelajaran
3)         Kompetensi pedagogik
a)      belum mampu untuk merencanakan kegiatan belajar mengajar dengan baik
b)      belum mampu melaksanakan proses belajar mengajar secara mandiri
c)      belum mampu melaksanakan penilaian.
Gambar 4. Pembagian kelompok belajar

f)          Kompetensi sosial, belum mampu berkomunikasi secara empatik terhadap peserta didik maupun orang tua peserta didik.
           Pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR” efektif bisa meningkatkan kompetensi Pendidik PAUD. Teknik pembimbingan dengan diskusi dilakukan secara bergilir sambil duduk melingkar, menunjukkan bahwa dengan teknik ini bisa memperkecil kesenjangan antara pendidik satu dengan pendidik yang lain. Secara kekeluargaan, antara Penilik PAUD dan Pendidik PAUD menjadi lebih erat.
5.      Pelaporan Hasil Pembimbingan
Hasil pembimbingan dituangkan pada laporan yang mencakup kegiatan pembimbingan dari awal sampai dengan akhir kegiatan. Laporan mencakup dari latar belakang, tujuan, ruang lingkup, sasaran, permasalahan yang ditemukan, proses pembimbingan dan tindak lanjut. Laporan hasil pembimbingan merupakan selain akan disampaikan kepada atasan Penilik sebagai dasar dalam pelaksanaan tugas kepenilikan Penilik PAUD di tahun yang akan datang. Namun juga akan menjadi bahan evaluasi program dari lembaga PAUD masing-masing yang akan disampaikan kepada ketua pengelola lembaga PAUD.
           Hasil pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR” kepada pendidik PAUD sudah terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensinya. Namun keterbatasan anggaran dari lembaga PAUD dalam usaha memperbaiki sarana prasarana dan penambahan jumlah PAE masih dirasa sangat kurang. Kurangnya perhatian pemerintah desa dalam penyelenggaran PAUD serta kesejahteraan pendidik PAUD masih terjadi sehingga Penilik PAUD harus bisa memberikan dukungan dan semangat agar tetap ikhlas berjuang mencerdaskan anak bangsa.
B.       Hasil dan Dampak Kegiatan
Hasil dan dampak yang dicapai setelah dilaksanakannya pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR”, antara lain terdapat peningkatan dalam kompetensi yang harus dikuasai oleh pendidik PAUD.
1.      Kompetensi Kepribadian
a.       Sikap pendidik PAUD menjadi lebih terbuka dengan menerima masukan yang membangun dari sesama pendidik yang lain, yaitu masukan untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
b.      Pendidik PAUD akan memiliki hubungan emosional yang lebih erat, yaitu dengan saling memberikan dukungan pada saat pembimbingan. Kesenjangan antara pendidik PAUD sudah tidak terjadi lagi karena mereka bersama-sama berkomitmen untuk memajukan program PAUD, yaitu memberikan pelayanan pendidikan anak sejak dini.
Gambar 5. Kegiatan pembukaan dengan berdoa bersama
c.     Pendidik mampu menunjukkan sikap yang lebih lembut, ceria dan selalu tersenyum pada saat proses belajar mengajar. Penggunaan nada suara yang lembut menunjukkan kasih sayang dan memberikan rasa nyaman dan melindungi bagi peserta didik.
Gambar 6. Pendidik PAUD dalam kegiatan belajar mengajar
d.    Pendidik  PAUD mentaati peraturan/tata tertib yang dibuat lembaga PAUD. Pendidik PAUD mulai belajar tepat waktu dalam kedatangan sebelum pembelajaran.
2.      Kompetensi Profesional
a.    Pendidik PAUD lebih bisa mencermati dam memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik.
b.    Pendidik PAUD mulai mampu menggunakan sumber belajar dalam pelaksanaan proses belajar mengajar.
Gambar 7. Pendidik dalam penggunaan sumber belajar
c.    Pendidik PAUD mulai mampu memanfaatkan bahan alam untuk bisa dijadikan media pembelajaran.
d.   Pendidik PAUD mulai mampu memanfaatkan sampah atau bahan daur ulang menjadi media pembelajaran. Sampah ampas kelapa bisa menjadi media pembelajaran dengan menggerakkan motorik halus anak.
Gambar 8. Penggunaan media pembelajaran dengan bahan alam
Gambar 9. Pembelajaran menempel dengan menggunakan ampas

e.    Pendidik PAUD mulai mampu mengangkat kearifan lokal lingkungan setempat menjadi media pembelajaran. Misal Desa Tuntang yang khas dengan produksi keterampilan krupuknya, selain peserta didik diajak berkeliling dan melihat proses pembuatan krupuk, krupuk juga bisa dijadikan sebagai media pembelajaran.

Gambar 10. Penggunaan produk lokal sebagai media pembelajaran
Gambar 11. Penggunaan bahan alam pasir dalam pembelajaran

3.      Kompetensi Pedagogik
a.       Pendidik mulai mampu merencanakan kegiatan belajar mengajar.
b.      Pendidik mulai mampu melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar secara runtut.
c.       Pendidik mulai mampu melaksanakan penilaian pembelajaran.

Gambar 12. Pendidik PAUD dalam mengenalkan permainan tradisional
Gambar 13. Keikutsertaan pendidik PAUD dalam Pelatihan Penyusunan Admnistrasi Pembelajaran

4.      Kompetensi Sosial
a.       Pendidik mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar tempat penyelenggaraan PAUD.
b.      Pendidik mampu berkomunikasi dengan pengelola, pendidik lainnya, orang tua/wali murid, dan masyarakat sekitar.


C.      Faktor Pendukung dan Penghambat Kegiatan
1.      Faktor Pendukung
a.       Gencarnya sosialisasi mengenai layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) usia 0-6 tahun dari PKK Desa, baik melalui program Posyandu maupun program BKB.
b.      Tingginya minat orang tua dalam mengikut sertakan anaknya dalam kegiatan PAUD.
c.       Tingginya minat pendidik untuk selalu memperbaharui ilmu mengenai bagaimana memberikan layanan pendidikan anak usia dini yang baik.
d.      Tingginya solidaritas Pendidik PAUD di Kecamatan Tuntang dalam usaha menularkan ilmu dengan mangadakan sharing atau berbagi ilmu pada pertemuan pendidik.
2.      Faktor Penghambat
a.       Keterbatasan anggaran yang dimiliki lembaga PAUD dalam memperbaiki sarana prasarana dan menambah jumlah APE.
b.      Pasang surut jumlah peserta didik sehingga mempengaruhi rasio pendidik dan peserta didik.
c.       Masih banyak yang pemerintah desa yang belum memperhatikan penyelenggaraan PAUD.
d.      Kurangnya perhatian pemerintah mengenai kesejahteraan pendidik PAUD.

D.      Perencanaan, Pelaksanaan dan Penilaian Dalam Pembimbingan Dengan Teknik “KUSIR DUKAR” di Kecamatan Tuntang
Dalam penulisan karya tulis nyata ini, kami menulis hasil pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR” pada tahun 2014 kepada 4 orang pendidik PAUD yang berasal dari PAUD Kasih Ummi Desa Tuntang, PAUD Kusuma Jaya 2 Desa Watuagung, PAUD Bina Choir Desa Rowosari dan POS PAUD Mutiara Bunda Desa Candirejo.
Tahapan pelaksanaan pembimbingannya antara lain perencanaan, pelaksanaan dan penilaian.
1.      Perencanaan
Perencanaan pembimbingan sudah terprogram dari awal berdasarkan Rencana Kerja Triwulan II dan Triwulan IV. Setelah dilakukannya penilaian pelaksanaan program PAUD berdasar standar pendidikan pada komponen standar pendidik dan ketenaga pendidikan. Dalam tahap ini, Penilik PAUD sudah melakukan identifikasi Pendidik PAUD Kasih Ummi Desa Tuntang, PAUD Kusuma Jaya 2 Desa Watuagung, PAUD Bina Choir Desa Rowosari dan POS PAUD Mutiara Bunda Desa Candirejo dengan hasil sebagai berikut:
IDENTIFIKASI PENDIDIK PAUD
           Nama Lembaga           :  PAUD Kasih Ummi
           Alamat                                    :  Dusun Gading RT 02 TW 03 Desa Tuntang
No.
Aspek
Pendidik 1
Afrida M
Pendidik 2
Susanawati
Pendidik 3
Anggraeni
1
Pendidikan
S1 PAI
SMA
SMP
2
Latar belakang pendidikan
Pendidikan
Non Pendidikan
Non Pendidikan
3
Kesehatan
Sehat
Sehat
Sehat
4
Ketaatan dan kepatuhan
Baik
Baik
Cukup
5
Prosentase kehadiran
95%
90%
85%
6
Kompetensi pribadi
Baik
Cukup
Cukup
7
Kompetensi profesional
Baik
Cukup
Kurang
8
Kompetensi pedagogik
Baik
Baik
Kurang
9
Kompetensi sosial
Baik
Baik
Cukup
IDENTIFIKASI PENDIDIK PAUD
           Nama Lembaga           :  PAUD Kusuma Jaya 2
           Alamat                                    :  Dusun Glendang Desa Watuagung
No.
Aspek
Pendidik 1
Siti Suryati
Pendidik 2
N. Chasanah
Pendidik 3
Diah Iswami
1
Pendidikan
SMP
SMA
SMA
2
Latar belakang pendidikan
Non Pendidikan
Non Pendidikan
Non Pendidikan
3
Kesehatan
Sehat
Sehat
Sehat
4
Ketaatan dan kepatuhan
Baik
Baik
Baik
5
Prosentase kehadiran
90%
90%
90%
6
Kompetensi pribadi
Baik
Baik
Baik
7
Kompetensi profesional
Kurang
Baik
Cukup
8
Kompetensi pedagogik
Kurang
Cukup
Cukup
9
Kompetensi sosial
Baik
Baik
Baik

IDENTIFIKASI PENDIDIK PAUD
           Nama Lembaga           :  PAUD Bina Choir
           Alamat                                    :  Dusun Rowopolo Desa Rowosari
No.
Aspek
Pendidik 1
Sri Maryati
Pendidik 2
Trismiyati
Pendidik 3
Sri Sunarsih
Pendidik 4
Muarifah
1
Pendidikan
SMA
SMA
SMP
SMA
2
Latar belakang pendidikan
Non Pendidikan
Non Pendidikan
Non Pendidikan
Non Pendidikan
3
Kesehatan
Sehat
Sehat
Sehat
Sehat
4
Ketaatan dan kepatuhan
Baik
Baik
Baik
Baik
5
Prosentase kehadiran
95%
90%
85%
90%
6
Kompetensi pribadi
Baik
Cukup
Cukup
Cukup
7
Kompetensi profesional
Baik
Cukup
Kurang
Cukup
8
Kompetensi pedagogik
Baik
Baik
Kurang
Baik
9
Kompetensi sosial
Baik
Baik
Baik
Baik

IDENTIFIKASI PENDIDIK PAUD
           Nama Lembaga           :  POS PAUD Mutiara Bunda
           Alamat                                    :  Dusun Dempel Desa Candirejo
No.
Aspek
Pendidik 1
Arif Faizah
Pendidik 2
Caesar WR
Pendidik 3
Siti Solekhah
1
Pendidikan
SMA
SMA
SMP
2
Latar belakang pendidikan
Non Pendidikan
Non Pendidikan
Non Pendidikan
3
Kesehatan
Sehat
Sehat
Sehat
4
Ketaatan dan kepatuhan
Baik
Baik
Cukup
5
Prosentase kehadiran
95%
90%
85%
6
Kompetensi pribadi
Baik
Baik
Cukup
7
Kompetensi profesional
Baik
Cukup
Kurang
8
Kompetensi pedagogik
Baik
Baik
Kurang
9
Kompetensi sosial
Baik
Baik
Baik

Dari identifikasi Pendidik PAUD yang sudah kami lakukan dari beberapa lembaga, kami membuat skala prioritas pendidik PAUD mana yang harus segera membutuhkan bimbingan, yaitu Pendidik PAUD atas nama Anggraeni, Siti Suryati, Sri Sunarsih dan Siti Solekah. Selain masih berpendidikan SMP, keempat pendidik tersebut juga masih mempunyai kekurangan dalam beberapa hal yang hampir sama, yaitu pada kompetensi profesional dan kompetensi pedagogiknya. Lembaga tempat keempat pendidik PAUD tersebut juga termasuk pada kepemilikan sarana prasarana dan ketersediaan APE yang sangat terbatas. Bimbingan yang dibutuhkan antara lain untuk mengatasi :
a.       Standar pendidikan dari pendidik PAUD yang masih dibawah standar.
b.      Sikap pendidik PAUD yang terkadang tidak mau menerima masukan dari Pendidik PAUD lain mengenai cara mengajarnya.
c.       Belum mampu menyusun administrasi pembelajaran, mulai dari penyusunan Rencana Kerja Semester (RKS), Rencana Kerja Mingguan (RKM) sampai dengan Rencana Kerja Harian (RKH).
d.      Belum mampu menyusun catan anekdot.
e.       Belum mampu menggunakan media pembelajaran dengan tepat, misal tidak sesuai dengan tema pembelajaran.
f.       Pasang surutnya jumlah peserta didik memperngaruhi semangat pendidik PAUD dalam mengajar.
2.      Pembuatan Rancangan Pelaksanaan Pembimbingan Pendidik PAUD
RENCANA PELAKSANAAN PEMBIMBINGAN PENDIDIK PAUD
           Nama Lembaga           :  PAUD Kasih Ummi
           Alamat                                    :  Dusun Gading RT 02 RW 03 Desa Tuntang
           Nama Pendidik           :  Anggraeni
No.
Hari, tanggal
Waktu
Aspek Pembimbingan
Materi Bimbingan
Tingkat Pencapaian
1
Selasa,
06-05-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Semester (RKS)

2
Rabu,
07-05-2014
 4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Mingguan (RKM)

3
Kamis,
08-05-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Mingguan (RKM)

4
Jumat,
09-05-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Harian (RKH)

5
Senin,
12-05-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Harian (RKH)

6
Selasa,
13-05-2014
4  jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan catatan anekdot

7
Rabu,
14-05-2014
4  jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan catatan anekdot

8
Kamis,
15-05-2014
4  jam
Kompetensi Profesional
Pembimbingan dalam penggunaan media pembelajaran

9
Jumat,
16-05-2014
4  jam
Kompetensi Profesional
Pembimbingan dalam penggunaan media pembelajaran

10
Senin,
17-05-2014
4 jam
Kompetensi Kepribadian dan Sosial
Pembimbingan mengenai etika dan kepribadian


RENCANA PELAKSANAAN PEMBIMBINGAN PTK PAUD
           Nama Lembaga           :  PAUD Kusuma Jaya 2
           Alamat                                    :  Dusun Glendang Desa Tuntang
           Nama Pendidik           :  Siti Suryati
No.
Hari, tanggal
Waktu
Aspek Pembimbingan
Materi Bimbingan
Tingkat Pencapaian
1
Selasa,
20-05-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Semester (RKS)

2
Rabu,
21-05-2014
 4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Mingguan (RKM)

3
Kamis,
22-05-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Mingguan (RKM)

4
Jumat,
23-05-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Harian (RKH)

5
Senin,
26-05-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Harian (RKH)

6
Selasa,
27-05-2014
4  jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan catatan anekdot

7
Rabu,
28-05-2014
4  jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan catatan anekdot

8
Kamis,
29-05-2014
4  jam
Kompetensi Profesional
Pembimbingan dalam penggunaan media pembelajaran

9
Jumat,
30-05-2014
4  jam
Kompetensi Profesional
Pembimbingan dalam penggunaan media pembelajaran

10
Senin,
02-06-2014
4 jam
Kompetensi Kepribadian dan Sosial
Pembimbingan mengenai etika dan kepribadian



RENCANA PELAKSANAAN PEMBIMBINGAN PTK PAUD
           Nama Lembaga           :  PAUD Biina Choir
           Alamat                                    :  Dusun Rowopolo Desa Rowosari
           Nama Pendidik           :  Sri Sunarsih
No.
Hari, tanggal
Waktu
Aspek Pembimbingan
Materi Bimbingan
Tingkat Pencapaian
1
Senin,
24-11-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Semester (RKS)

2
Selasa,
25-11-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Mingguan (RKM)

3
Rabu,
26-11-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Mingguan (RKM)

4
Kamis,
27-11-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Harian (RKH)

5
Jumat,
28-11-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Harian (RKH)

6
Senin,
01-12-2014
4  jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan catatan anekdot

7
Selasa,
02-12-2014
4  jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan catatan anekdot

8
Rabu,
03-12-2014
4  jam
Kompetensi Profesional
Pembimbingan dalam penggunaan media pembelajaran

9
Kamis,
04-12-2014
4  jam
Kompetensi Profesional
Pembimbingan dalam penggunaan media pembelajaran

10
Jumat,
05-12-2014
4 jam
Kompetensi Kepribadian dan Sosial
Pembimbingan mengenai etika dan kepribadian



RENCANA PELAKSANAAN PEMBIMBINGAN PTK PAUD
           Nama Lembaga           :  POS PAUD Mutiara Bunda
           Alamat                                    :  Dusun Dempel Desa Candirejo
           Nama Pendidik           :  Siti Solekah
No.
Hari, tanggal
Waktu
Aspek Pembimbingan
Materi Bimbingan
Tingkat Pencapaian
1
Rabu,
10-12-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Semester (RKS)

2
Kamis,
11-12-2014
 4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Mingguan (RKM)

3
Jumat,
12-12-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Mingguan (RKM)

4
Senin,
15-12-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Harian (RKH)

5
Selasa,
16-12-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Harian (RKH)

6
Rabu,
17-12-2014
4  jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan catatan anekdot

7
Kamis,
18-12-2014
4  jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan catatan anekdot

8
Jumat,
19-12-2012
4  jam
Kompetensi Profesional
Pembimbingan dalam penggunaan media pembelajaran

9
Senin,
22-12-2014
4  jam
Kompetensi Profesional
Pembimbingan dalam penggunaan media pembelajaran

10
Selasa,
23-12-2014
4 jam
Kompetensi Kepribadian dan Sosial
Pembimbingan mengenai etika dan kepribadian


3.      Pelaksanaan dan Penilaian Pembimbingan
Pelaksanaan dan penilaian pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR” dilakukan secara bersamaan disetiap hari pertemuan. Hal ini memungkinkan untuk mengetahu secara bertahap tingkat pencapaian pembimbingan. Penilaian dalam pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR” diistilahkan dengan tingkat pencapaian dan bukan berupa nilai angka, karena pembimbingan ini akan dilakukan secara berkelanjutan walaupun pembimbingan telah selesai. 

PELAKSANAAN PEMBIMBINGAN PTK PAUD
Nama Lembaga           :  PAUD Kasih Ummi
Alamat                                    :  Dusun Gading RT 02 RW 03 Desa Tuntang
Nama Pendidik           :  Anggraeni
No.
Hari, tanggal
Waktu
Aspek Pembimbingan
Materi Bimbingan
Tingkat Pencapaian
1
Selasa,
06-05-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Semester (RKS)
Pendidik mulai bisa menyusun RKS dengan menuangkan kurikulum PAUD (menu generic) ke dalam matrik kegiatan selama satu semester
2
Rabu,
07-05-2014
 4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Bulanan (RKB)
Pendidik mulai bisa menyusun RKB dengan menuangkan RKS ke dalam program kegiatan dalam satuan bulan
3
Kamis,
08-05-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Mingguan (RKM)
Pendidik mulai bisa menyusun RKM dengan menuangkan RKB ke dalam program kegiatan dalam satuan minggu
4
Jumat,
09-05-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Harian (RKH)
Pendidik mulai bisa menyusun RKH dengan menuangkan RKM ke dalam program kegiatan yang dilaksanakan per hari dalam satu minggu
5
Senin,
12-05-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Harian (RKH)
Pendidik mulai bisa menyusun RKH dengan sub tema yang berbeda-beda
6
Selasa,
13-05-2014
4  jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan catatan anekdot
Pendidik mulai terbiasa mencermati tingkat perkembangan anak melalui ekspresi dari peristiwa yang dialami anak.
7
Rabu,
14-05-2014
4  jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan catatan anekdot
Pendidik mulai bias mendokumentasikan catatan anekdot anak setiap harinya.
8
Kamis,
15-05-2014
4  jam
Kompetensi Profesional
Pembimbingan dalam penggunaan media pembelajaran
Pendidik mulai bisa menggunakan media pembelajaran sesuai dengan tema kegiatan.
9
Jumat,
16-05-2014
4  jam
Kompetensi Profesional
Pembimbingan dalam penggunaan media pembelajaran
Pendidik mulai bisa menggunakan barang bekas atau daur ulang atau bahan alam sebagai media belajar 
10
Senin,
17-05-2014
4 jam
Kompetensi Kepribadian dan Sosial
Pembimbingan mengenai etika dan kepribadian
Pendidik lebih memperhatikan etika dalam bersikap dan berbicara di depan peserta didik, wali murid dan pendidik PAUD lainnya.

PELAKSANAAN PEMBIMBINGAN PTK PAUD
Nama Lembaga           :  PAUD Kusuma Jaya 2
Alamat                                    :  Dusun Glendang Desa Watuagung
Nama Pendidik           :  Siti Suryati
No.
Hari, tanggal
Waktu
Aspek Pembimbingan
Materi Bimbingan
Tingkat Pencapaian
1
Selasa,
20-05-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Semester (RKS)
Pendidik mulai bisa menyusun RKS dengan menuangkan kurikulum PAUD (menu generic) ke dalam matrik kegiatan selama satu semester
2
Rabu,
21-05-2014
 4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Mingguan (RKM)
Pendidik mulai bisa menyusun RKB dengan menuangkan RKS ke dalam program kegiatan dalam satuan bulan
3
Kamis,
22-05-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Mingguan (RKM)
Pendidik mulai bisa menyusun RKM dengan menuangkan RKB ke dalam program kegiatan dalam satuan minggu
4
Jumat,
23-05-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Harian (RKH)
Pendidik mulai bisa menyusun RKH dengan menuangkan RKM ke dalam program kegiatan yang dilaksanakan per hari dalam satu minggu
5
Senin,
26-05-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Harian (RKH)
Pendidik mulai bisa menyusun RKH dengan sub tema yang berbeda-beda
6
Selasa,
27-05-2014
4  jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan catatan anekdot
Pendidik mulai terbiasa mencermati tingkat perkembangan anak melalui ekspresi dari peristiwa yang dialami anak.
7
Rabu,
28-05-2014
4  jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan catatan anekdot
Pendidik mulai bias mendokumentasikan catatan anekdot anak setiap harinya.
8
Kamis,
29-05-2014
4  jam
Kompetensi Profesional
Pembimbingan dalam penggunaan media pembelajaran
Pendidik mulai bisa menggunakan media pembelajaran sesuai dengan tema kegiatan.
9
Jumat,
30-05-2014
4  jam
Kompetensi Profesional
Pembimbingan dalam penggunaan media pembelajaran
Pendidik mulai bisa menggunakan barang bekas atau daur ulang atau bahan alam sebagai media belajar 
10
Senin,
02-06-2014

4 jam
Kompetensi Kepribadian dan Sosial
Pembimbingan mengenai etika dan kepribadian
Pendidik lebih memperhatikan etika dalam bersikap dan berbicara di depan peserta didik, wali murid dan pendidik PAUD lainnya.


PELAKSANAAN PEMBIMBINGAN PTK PAUD
Nama Lembaga           :  PAUD Bina Choir
Alamat                                    :  Dusun  Rowopolo Desa Rowosari
Nama Pendidik           :  Sri Sunarsih
No.
Hari, tanggal
Waktu
Aspek Pembimbingan
Materi Bimbingan
Tingkat Pencapaian
1
Senin,
24-11-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Semester (RKS)
Pendidik mulai bisa menyusun RKS dengan menuangkan kurikulum PAUD (menu generic) ke dalam matrik kegiatan selama satu semester
2
Selasa,
25-11-2014
 4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Mingguan (RKM)
Pendidik mulai bisa menyusun RKB dengan menuangkan RKS ke dalam program kegiatan dalam satuan bulan
3
Rabu,
26-11-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Mingguan (RKM)
Pendidik mulai bisa menyusun RKM dengan menuangkan RKB ke dalam program kegiatan dalam satuan minggu
4
Kamis,
27-11-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Harian (RKH)
Pendidik mulai bisa menyusun RKH dengan menuangkan RKM ke dalam program kegiatan yang dilaksanakan per hari dalam satu minggu
5
Jumat,
28-11-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Harian (RKH)
Pendidik mulai bisa menyusun RKH dengan sub tema yang berbeda-beda
6
Senin,
01-12-2014
4  jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan catatan anekdot
Pendidik mulai terbiasa mencermati tingkat perkembangan anak melalui ekspresi dari peristiwa yang dialami anak.
7
Selasa,
02-12-2014
4  jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan catatan anekdot
Pendidik mulai bias mendokumentasikan catatan anekdot anak setiap harinya.
8
Rabu,
03-12-2014
4  jam
Kompetensi Profesional
Pembimbingan dalam penggunaan media pembelajaran
Pendidik mulai bisa menggunakan media pembelajaran sesuai dengan tema kegiatan.
9
Kamis,
04-12-2014
4  jam
Kompetensi Profesional
Pembimbingan dalam penggunaan media pembelajaran
Pendidik mulai bisa menggunakan barang bekas atau daur ulang atau bahan alam sebagai media belajar 
10
Jumat,
05-12-2014
4 jam
Kompetensi Kepribadian dan Sosial
Pembimbingan mengenai etika dan kepribadian
Pendidik lebih memperhatikan etika dalam bersikap dan berbicara di depan peserta didik, wali murid dan pendidik PAUD lainnya.


PELAKSANAAN PEMBIMBINGAN PTK PAUD
Nama Lembaga           :  PAUD Bina Choir
Alamat                                    :  Dusun Rowosari Desa Rowopolo
Nama Pendidik           :  Sri Sunarsih
No.
Hari, tanggal
Waktu
Aspek Pembimbingan
Materi Bimbingan
Tingkat Pencapaian
1
Rabu,
10-12-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Semester (RKS)
Pendidik mulai bisa menyusun RKS dengan menuangkan kurikulum PAUD (menu generic) ke dalam matrik kegiatan selama satu semester
2
Kamis,
11-12-2014
 4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Mingguan (RKM)
Pendidik mulai bisa menyusun RKB dengan menuangkan RKS ke dalam program kegiatan dalam satuan bulan
3
Jumat,
12-12-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Mingguan (RKM)
Pendidik mulai bisa menyusun RKM dengan menuangkan RKB ke dalam program kegiatan dalam satuan minggu
4
Senin,
15-12-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Harian (RKH)
Pendidik mulai bisa menyusun RKH dengan menuangkan RKM ke dalam program kegiatan yang dilaksanakan per hari dalam satu minggu
5
Selasa,
16-12-2014
4 jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan Rencana Kerja Harian (RKH)
Pendidik mulai bisa menyusun RKH dengan sub tema yang berbeda-beda
6
Rabu,
17-12-2014
4  jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan catatan anekdot
Pendidik mulai terbiasa mencermati tingkat perkembangan anak melalui ekspresi dari peristiwa yang dialami anak.
7
Kamis,
18-12-2014
4  jam
Kompetensi Pedagogik
Pembimbingan pembuatan catatan anekdot
Pendidik mulai bias mendokumentasikan catatan anekdot anak setiap harinya.
8
Jumat,
19-12-2012
4  jam
Kompetensi Profesional
Pembimbingan dalam penggunaan media pembelajaran
Pendidik mulai bisa menggunakan media pembelajaran sesuai dengan tema kegiatan.
9
Senin,
22-12-2014
4  jam
Kompetensi Profesional
Pembimbingan dalam penggunaan media pembelajaran
Pendidik mulai bisa menggunakan barang bekas atau daur ulang atau bahan alam sebagai media belajar 
10
Selasa,
23-12-2014
4 jam
Kompetensi Kepribadian dan Sosial
Pembimbingan mengenai etika dan kepribadian
Pendidik lebih memperhatikan etika dalam bersikap dan berbicara di depan peserta didik, wali murid dan pendidik PAUD lainnya.

Dari hasil tingkat pencapaian pembimbingan, kami menyampaikan mengenai masalah yang ada dan perkembangan apa yang dicapai oleh keempat pendidik PAUD antara lain:
a.       Mau menerima masukan untuk meningkatkan kualifikasi pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, SMA, yaitu dengan mendaftar ke Kelompok Belajar Paket C.
b.      Mulai mampu menyusun administrasi pembelajaran, mulai dari penyusunan Rencana Kerja Semester (RKS), Rencana Kerja Mingguan (RKM) sampai dengan Rencana Kerja Harian (RKH).
c.       Mulai mampu menyusun catatan anekdot.
d.      Mulai mampu menggunakan media pembelajaran dengan tepat dan sesuai dengan tema pembelajaran.
e.       Mau menerima masukan dan saran dari Pendidik PAUD yang lain mengenai etika dan perilakunya di PAUD dan di lingkungan sekitar.

Tingkat pencapaian pembimbingan dengan teknik “KUSIR DUKAR” secara efektif dapat meningkatkan mutu kegiatan belajar mengajar di lembaga PAUD masing-masing.. Dengan keterbatasan waktu dalam pelaksanaan pembimbingan, dari pendidik yang awalnya belum mampu menjadi mulai mampu menyusun administrasi pembelajaran secara mandiri menunjukkan pembimbingan yang dilakukan sudah efektif. Kerjasama antar Pendidik PAUD dalam penularan ilmu dan saling membelajarkan sangat berperan dalam keberlangsungan program PAUD. Keterbukaan dalam menghadapi permasalahan dan kebersamaan dalam mencari pemecahannya akan menjadikan hubungan Pendidik PAUD akan lebih erat.



BAB  III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
1.      Prosedur pelaksanaan teknik pembimbingan “KUSIR DUKAR” di Kecamatan Tuntang dilakukan dengan beberapa tahapan, antara lain: a) identifikasi PTK PAUD; b) prioritas sasaran pembimbingan; c) membuat rancangan pembimbingan; d) pelaksanaan bimbingan dengan teknik KUSIR DUKAR”; e) pembuatan laporan hasil pembimbingan.
2.      Hasil dan dampak pelaksanaan teknik pembimbingan “KUSIR DUKAR” di Kecamatan Tuntang menunjukkan peningkatan kompetensi Pendidik PAUD, yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, kompetensi pedagogik dan kompetensi sosialnya.
3.      Faktor yang mendukung pelaksanaan teknik pembimbingan “KUSIR DUKAR” di Kecamatan Tuntang antara lain:
a.       Faktor Pendukung
1)      Gencarnya sosialisasi mengenai layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) usia 0-6 tahun dari PKK Desa Tuntang, baik melalui program Posyandu maupun program BKB.
2)      Tingginya minat orang tua dalam mengikut sertakan anaknya dalam kegiatan PAUD.
3)      Tingginya minat pendidik untuk selalu memperbaharui ilmu mengenai bagaimana memberikan layanan pendidikan anak usia dini yang baik.
4)      Tingginya solidaritas Pendidik PAUD di Kecamatan Tuntang dalam usaha menularkan ilmu dengan mangadakan sharing atau berbagi ilmu pada pertemuan HIMPAUDI.
b.      Faktor Penghambat
1)       Keterbatasan anggaran yang dimiliki lembaga PAUD dalam memperbaiki sarana prasarana dan menambah jumlah APE.
2)       Pasang surut jumlah peserta didik sehingga mempengaruhi rasio pendidik dan peserta didik.
3)       Masih banyak yang pemerintah desa yang belum memperhatikan penyelenggaraan PAUD.
4)       Kurangnya perhatian pemerintah mengenai kesejahteraan pendidik PAUD.
3.      Perencanaan, pelaksanaan dan penilaian di PAUD Kasih Ummi Desa Tuntang, PAUD Kusuma Jaya 2 Desa Watuagung, PAUD Bina Choir Desa Rowosari, dan di POS PAUD Mutiara Bunda Desa Candirejo menunjukkan adanya perubahan yang lebih baik dari Pendidik PAUD yang menjadi sasaran pembimbingan. Tingkat pencapaian pembimbingan secara efektif dapat meningkatkan mutu kegiatan belajar mengajar di lembaga PAUD masing-masing.

B.       Saran
1.      Bagi Penilik PAUD
a.       Hendaknya selalu lebih aktif memperbaharui mengenai ilmu kepenilikan dengan mengikuti pelatihan atau bimbingan teknis penilik.
b.      Hendaknya lebih inovatif dalam menciptakan teknik-teknik pemantauan dan pembimbingan agar pelaksanaan program PAUD di lapangan dapat berjalan sesuai tujuan yang di harapkan.
c.       Hendaknya melaksanakan tugas kepenilikan sebagai pengendali mutu dan evaluasi dampak pelaksanaan program secara terdokumentasi dengan baik
2.      Bagi Pendidik PAUD.
a.       Hendaknya selalu lebih kreatif dan inovatif dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
b.      Hendaknya selalu mengutamakan keikhlasan dalam bekerja mencerdaskan anak bangsa.

3.      Bagi Pemerintah.
a.       Hendaknya selalu mengadakan pelatihan atau bimbingan teknis baik untuk Penilik PAUD maupun untuk Pendidik PAUD agar pelaksanaan program PAUD dapat terlaksana sesuai dengan baik.

b.      Hendaknya memperhatikan tingkat kesejahteraannya pendidik PAUD agar termotivasi dalam bekerja mensukseskan program PAUD.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar